Selasa, 22 Juni 2021

[Cerpen] Ema de Laus

Oleh: GREGORIUS AFIOMA "Belikan lima bungkus rokok! Berikan itu pada ema de’Laus!”. Intonasi suara yang keras dan kasar. Suara ayah yang tidak seperti biasanya kudengar...

Kisah Senja

Oleh: RIO EDISON, OFM Senja. Aku suka pada senja, dari dulu. Aku suka pada semburat sinar kuning kemerah-merahan yang memancar dari arah barat, menyelinap di antara celah...

[Puisi] Nyanyian Rakyat dan Koruptor

Karya: MILIN KOWA Mimpi sejumpai menghanyutkan diriku Merekah masa depan yang penuh tanda tanya   Malam itu Kumengerti yang kucari Kumengerti yang kunanti Satu sebuah ya Aku tahu Aku temukan   Mataku memandang keanggunan Hatiku melirik kenikmatan Hasratku terpenuhi Badai...

Azelia

Karya: ARCHIE GILLMORE SAHADOEN Banyak orang yang panjang pengalamannya tapi tak kunjung belajar, namun tak jarang pengalaman yang pendek mencerahkan sepanjang hidup. Pengalaman semacam itu bak...

Puisi-puisi Joan Udu

Ibu /a/ Di depan kerdip lilin kembar Ibu sendiri. Terjaga di atas amsal-amsal suci Kata demi kata ia kunyah halus-halus Sudah itu diteguknya lekas-lekas Satu teguk, dua teguk, tiga teguk Di...

Endong Patola

Oleh: NANA LALONG Lelaki yang selalu nangkring di pantai itu bertahun-tahun terobsesi daya magis endong patola, patola tau sama wulang. Itulah matahari atau tepatnya sebentuk...

Balada Wela Runus, Narasi untuk Pater Frans Mido SVD

Oleh: GERARD N. BIBANG ketika engkau tiada ke-tiada-anmu telah meng-ada-kan banyak ruas di jalan kata di atasnya kita bertutur, bercanda, menangis dan tertawa dan kisah pun tercipta engkau adalah wela...

[Cerpen] Di Pantai yang Melupakan Waktu!

Oleh: GREGORIUS AFIOMA Jika kau duduk di pantai itu, waktu terasa berhenti. Kau bisa menikmati percakapan dengan temanmu hingga melupakan waktu. Dari pagi kau bisa...

Menanti Senja Berlalu

Karya: Nana Lalong Bagaimana mungkin kau membiarkan aku menunggu selama ini? Gadis itu menyatakan kecemasanya dengan jujur. Seringkali ia mengatakannya sambil memandang ke cermin. Ada kemudian...

[Puisi] Lorang Tambang

Oleh: Gerard N. Bibang 1. di tepi lubang ini, kami duduk sambil menangis meratapi bumi wae teku* kami sudah lama mengering sungai-sungai mengalirkan bau amis natas labar* kami telah tiada uma rana* dan ladang-ladang...

Kembalikan Tanah Kami

Karya: THOMY B. HENOZ Senja itu, saya bersama teman-teman menghabiskan waktu di pantai.  Berbaring di pasir sembari menikmati senja yang perlahan ditelan kelam. Pantai ini adalah...

Puisi-puisi Eugen Sardono

Pondik Lahir Kembali (i) Di sebuah daerah yang terkenal dengan pegunungan kisah Pondik menjadi kisah bersama, senada lagi seirama mulut-mulut menuturkan secara estafet (ii) Pondik berjalan semua mata menatap bukan karena...

[Cerpen] Saat Cinta itu Sulit Dipercaya

  OLEH : GREGORIUS AFIOMA Pada hari Valentine, saya ada janji tukaran coklat dengan teman-teman di kelas. Ketika sedang membungkus kado pada pagi hari, seorang teman...