Jumat, 5 Maret 2021

Kopi de Molas

Karya: NANA LALONG Kopi bagai nafas bagi penghuni lembah ini. Hari dibuka dengan segelas kopi. Menutupnya, entah kapan, juga dengan kopi. Jika suatu pagi engkau datang...

[Puisi] Gembala

Oleh: ARIEF LAGA Aku pusing Menyeka harum gaun kebesaranmu yang agung Tanpa kau paksa aku pasti bersenandung  Menerima hadirmu dengan ribuan kidung Aku domba yang merindu kasihmu yang ulung --- Aku, satu...

“Kepalsuan,” Puisi Anjany Podangsa

KEPALSUAN   Terbelenggu sepi dalam ruang hampaan hati Ku lihat langit Pertiwi ingin menangis perih keadilan telah dipermainkan dengan uang kebenaran telah di perjual belikan seakan akan nurani telah tiada..   Hanya fitnah...

Puisi Anjany dan Evan: Rindu Itu, Kita

Anjany Melempar Rindu Jarak iaa... jarak Itulah spasi rinduku Ingin ku berlari memeluk mu Tidakkk..... Itu cuma bayang-mu yang terus bergentayangan di hadapanku Hanya napas panjang yang terus bernada dan hanya...

Puisi Lian Kurniawan: “Kisah Buta” dan “Darah”

KISAH BUTA   Matanya terkatup-katup rapat Melangkah gontai arungi senja   Baru saja hujan deras mereda sejenak sunyi, lantas merintik kembali   ‘Entah, selalu begitu!’   Matanya tetap, rapat membuta sepi langkahnya kian berenergi menyusup gelap...

Penyadap Nira

OLEH: Willy Matrona, Wartawan Majalah Hidup dan Ketua Komunitas Lingko Ammi Jakarta “Ayahku seorang penyadap nira. Ia kekuatanku. Denyut jantungku dan masa depanku. Jika engkau menemuinya katakan, begitu dalam cintaku padanya.” ***  Liburan semester...

[Puisi] Pesona Kekuasaan

Karya: YONES HAMBUR … Dengar sang ‘kekuasaan’, Sebar, tebar kobar keelokanmu, Gagah perkasa citra rasamu, Merasuk jiwa penuh dahaga, Bagi hati sang perakus akan dirimu, … Aurahmu semakin menggelora, terpancar dari dirimu, Mengguncang tabiat...

Percakapan dengan Ibu

Oleh: IWAN JEMADI, pecinta sastra “Untuk apa sebenarnya kita hidup, Bu?” Pertanyaan itu menggantung di sebuah ruang masa lalu, membentur langit-langit rumah yang dipenuhi jaring laba-laba. Hanya ada...

Titik Temu

Oleh: KLEMENS BHAJO   Hari ini kami bertemu di tanah lapang Bibir pantai terikan ikan dan udang, Punggung bukit memikul wortel dan kentang, Sayuran dari lembah yang membentang Minggu sebelum...

[Puisi] Lorang Tambang

Oleh: Gerard N. Bibang 1. di tepi lubang ini, kami duduk sambil menangis meratapi bumi wae teku* kami sudah lama mengering sungai-sungai mengalirkan bau amis natas labar* kami telah tiada uma rana* dan ladang-ladang...

Lebih Dekat dengan “BeKas,” Kelompok Seni Sanpio

Floresa.co - Komunitas Bengkel Kata Sanpio (BEKAS) adalah sebuah wadah sastra bagi para seminaris SMA Seminari Pius XII Kisol yang berada langsung di bawah naungan...

Puisi-puisi Erwin Teso

Sabda Sabda adalah kejenuhan Hukum adalah kenikmatan Yang terkulai ke kanan Sebab kiri sudah tak bertangan Saat tirai tersingkap Pasrah tlah ditancap Lenyap mata yang luka ratap tinggal bening penuh harap Jubah telah...

Di Situ, Saya Kadang Merasa “Sebek”

Lanjutan dari cerpen Menanti Senja Berlalu Oleh: NANA LALONG Gongger di jelang senja yang ke sekian bagi sepasang kekasih yang selalu saja datang jelang senja pada jembatan...