Senin, 20 September 2021

Jalan Provinsi dan Geliat Ekonomi Rakyat

Oleh: INOSENTIUS MANSUR Jalan provinsi selalu menjadi persoalan di Manggarai Raya. Betapa tidak, sampai saat ini, kondisi beberapa jalan yang menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi...

“Fair Trade Coffee” untuk Kesejahteraan Petani Kopi

Oleh: MAKSIMILIANUS THUNDANG Beberapa tahun saya terjun di dalam dunia Coffee Shop, menjadi barista. Mengolah kopi untuk dinikmati oleh para pelanggan dan dalam sehari membuat...

Surat Perpisahan Untuk Tahun 2016

Oleh: INOSENTIUS MANSUR Teruntukmu sahabat karibku, tahun 2016 terkasih… Pertama-tama, saya sampaikan selamat berjumpa untukmu. Sedih sekali rasanya, karena kita memasuki saat-saat terakhir kebersamaan ini. Inilah...

Perintah UU: Pantai Pede Milik Mabar

Tulisan ini sebelumnya dimuat Floresa.co pada 1 September 2016 dengan judul "Kembalinya Kewarasan", yang merupakan lanjutan dari artikel sebelumnya, "Polemik Pede: Melawan Ketidakwarasan". Kini, dimuat kembali karena...

Plin Plan (Sebuah Refleksi)

Oleh: Pastor Markus Marlon MSC Belum lama ini (Sabtu,  03 Mei 2014), saya belanja tomat-wortel di pasar tradisional Simpong – sebuah pasar terbesar di Kota...

Warga Mabar, Tetaplah Waspada!

  Floresa.co - “17 Januari 2015” patut dikenang sebagai momen kemenangan masyarakat sipil (civil society) di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) terhadap arogansi pemerintah. Tanggal itu memang menjadi puncak...

Pariwisata Mabar dan Proses Eksklusi Masyarakat Lokal

Oleh: ALFRED TUNAME Selalu ada hal menarik yang mengisi ruang diskursus publik terkait Kabupaten Manggarai Barat (Mabar). Salah satunya adalah terkait pariwisata. Dalam trias pemerintah-rakyat-bisnis pariwisata,...

Komodo vs Pembangunanisme Kolonial

Oleh: CYPRI JEHAN PAJU DALE, warga Flores, Peneliti pada Center for Southeast Asian Studies (CSEAS), Kyoto University, Japan Foto seekor Ora atau Sebae—nama asli untuk Varanus komodoensis— berhadap-hadapan dengan...

Merindukan Politikus Berhati Pahlawan

  Oleh: INOSENTIUS MANSUR Perpolitikan tanah air kita kian “sempoyongan”. Hal ini terjadi karena beberapa pemimpin (politik) lebih mengutamakan kepentingan pribadi atau partainya lalu mengorbankan rakyat. Kebanyakan...