Senin, 18 Oktober 2021

Kebakaran Savana di Taman Nasional Komodo Kembali Terjadi, Apa yang Harus...

Kebakaran yang terjadi berulang di Taman Nasional Komodo menunjukan bahwa padang savana menjadi salah satu ekosistem yang rentan terhadap kebakaran, namun tidak menjadi perhatian prioritas pengambil kebijakan.

Meski Diperingati UNESCO, Pemerintah Ngotot Lanjutkan Proyek “Jurassic Park” dan Izin...

Pemerintah menyatakan pemberian izin wisata TNK kepada sejumlah perusahaan swasta "dibolehkan" dan berkomitmen untuk tetap melibatkan masyarakat setempat. Sementara itu, proyek yang sebagian besar telah selesai tetap dilanjutkan, termasuk di Pulau Rinca yang sudah mencapai 95%.

Perusahaan-perusahaan yang Pernah dan Masih Mengantongi Izin Investasi di Taman Nasional...

Selama sekitar dua dekade terakhir, Taman Nasional Komodo menjadi bancakan investor untuk mengais rupiah. Meskipun berstatus wilayah konservasi binatang purba komodo, namun perusahaan-perusahaan masih mendapat izin investasi.

UNESCO Desak Hentikan Proyek di Habitat Komodo, Ini Poin-poin Harapan Publik

Floresa.co – Lembaga PBB, UNESCO mendesak pemerintah Indonesia untuk menghentikan semua proyek infrastruktur dan perizinan investasi resort di Taman Nasional Komodo (TNK). Menurut peneliti...

Kejaksaan Sita Uang 1,2 M dari Saksi Kasus Pengalihan Aset Pemda...

Meski ada penyitaan uang, pihak Kejari tidak meyebut identitas pemilik uang dan detail kasusnya.

Diangkat Melaui SK Kadis, Tiga Tahun Tenaga Kontrak di Mabar Jadi...

Pemda Mabar berjanji akan mengambil langkah "pemecatan" terhadap Tenaga Kontrak Daerah yang diakibatkan oleh Pandemi Covid-19.

Rencana Pengeboran Geothermal di Poco Leok dan Pengabaian Warga

Keburukan dari pengabaian ini adalah mem-framing masyarakat dalam kerangka depolitisasi. Depolitisasi merujuk pada, pola, mekanisme dan cara untuk mengapolitiskan masyarakat. Artinya, pembangunan di atas logik yang tidak melihat masyarakat sebagai subyek pembangunan itu sendiri.

Surat Terbuka Warga Wae Sano: Rekomendasi Uskup Ruteng Gadaikan Masa Depan...

“Irama kehidupan kami yang teratur sekarang hendak dibenturkan dan dirusak dengan kehendak menjalankan proyek yang serba harus jadi, harus segera, harus diterima apapun risikonya,”  kata mereka.

Gereja Keuskupan Ruteng dan Geothermal Wae Sano

Prinsip Etis Kristiani cukup awas dengan anasir-anasir utilitaris di balik cerita-cerita besar. Jangan sampai terjadi “biarlah satu orang mati untuk semua bangsa” pada warga Wae Sano.

Surat Uskup Ruteng Terkait Geothermal Picu Protes Warga Wae Sano

Warga di Wae Sano mempertanyakan isi surat Uskup Ruteng yang dikirimkan kepada Presiden Joko Widodo yang mengabaikan suara protes mereka.

Bersamaan dengan Puncak Anugerah Pesona Indonesia, Warga Labuan Bajo Gelar Festival...

Seperti ‘desing peluru tak bertuan,’ penggalan bait dalam senandung ‘Sunset di Tanah Anarki’ karya Supermen Is Dead, begitulah kira-kira rencana pembangunan pariwisata di Hutan Bowosie serta kebun dan tanah rumah warga. Tanpa pemberitahuan, tanpa sosialisasi. Tiba-tiba muncul begitu saja. Menghujam hati. Menguras waktu, tenaga dan emosi warga. Hari-hari pun menjadi tak benderang.

Kebun dan Tanah Rumah Dicaplok Kehutanan dan BPO Labuan Bajo –...

Penolakan warga terhadap peta Dinas Kehutanan dan BPO Labuan Bajo Flores karena warga adat Lancang, Wae Bo dan Raba telah menguasai lahan tersebut sejak tahun 1972. Di atas lahan tersebut sudah ada bangunan rumah dari warga masyarakat Lancang, berbagai jenis tanaman serta mata air.

Hutan Bowosie dalam Ancaman Proyek Wisata

Demi keberlanjutan ekologi Pulau Flores, BPO-LBF harus mengevaluasi rencana pembangunan bisnis wisata di hutan Bowosie, dengan melibatkan sebanyak mungkin elemen. Ini salah satu cara agar pembangunan pariwisata berkelanjutan seperti cita-cita tertinggi dari BPO-LBF dapat terealisasi di bumi Flores.