Setelah enam dekade, warga Wae Sano di Manggarai Barat kembali berjalan menuju Wae Kuta. Di mata air itu, mereka merawat ingatan tentang leluhur, Sang Pencipta, dan alam—sekaligus meneguhkan satu pesan: air hanya akan terus mengalir bila dijaga bersama.
Seorang warga Nangahale menceritakan pemidanaan istrinya dalam perkara kasus pengancaman terhadap seorang imam Katolik di tengah konflik lahan berkepanjangan antara masyarakat adat dan PT Krisrama, perusahaan milik Keuskupan Maumere.
Atas dasar apa Keuskupan Maumere menguasai tanah Nangahale—dan mengapa sengketa itu berujung pada penggusuran serta laporan polisi terhadap umatnya sendiri? Mgr. Ewaldus Martinus Sedu menjawab konflik yang ia akui sebagai persoalan terberat semenjak 2018 memimpin Keuskupan di wilayah Kabupaten Sikka tersebut.
Rumahnya telah rata, listrik belum tersedia, dan air harus ditimba dari sumur tetangga. Pada usia 76 tahun, Adrianus Akar terus menanam—merawat hidup di tengah ketakutan yang belum surut.
Pengadangan terhadap perwakilan pemerintah dan PT PLN di lapangan berlanjut dengan audiensi di kantor bupati. Bupati Tuaq menyatakan pemerintah ikut menolak proyek, sesuai suara warga.
Setelah enam dekade, warga Wae Sano di Manggarai Barat kembali berjalan menuju Wae Kuta. Di mata air itu, mereka merawat ingatan tentang leluhur, Sang Pencipta, dan alam—sekaligus meneguhkan satu pesan: air hanya akan terus mengalir bila dijaga bersama.
Seorang warga Nangahale menceritakan pemidanaan istrinya dalam perkara kasus pengancaman terhadap seorang imam Katolik di tengah konflik lahan berkepanjangan antara masyarakat adat dan PT Krisrama, perusahaan milik Keuskupan Maumere.
Atas dasar apa Keuskupan Maumere menguasai tanah Nangahale—dan mengapa sengketa itu berujung pada penggusuran serta laporan polisi terhadap umatnya sendiri? Mgr. Ewaldus Martinus Sedu menjawab konflik yang ia akui sebagai persoalan terberat semenjak 2018 memimpin Keuskupan di wilayah Kabupaten Sikka tersebut.