BerandaARTIKEL UTAMAKata Kasat Intel Mabar...

Kata Kasat Intel Mabar ke Warga yang Hadang Penggusuran: Kami Diperintah, Mohon Kerja Samanya!

Floresa.co – Kasat Intel Polres Mabar, Markus Frederiko menemui warga Komunitas Racang Buka yang menghadang upaya penggusuran lahan oleh Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPO-LBF) pada Senin siang, 25 April 2022.

Kedatangannya untuk bernegosiasi dengan warga yang sudah berada di lokasi sejak pukul 10.00 Wita, menghadang penggusuran itu. Mereka langsung menghadang eksavator yang tengah beroperasi, sementara puluhan polisi yang mengkawal tidak bisa menghentikan aksi warga.

Markus yang mengenakan busana putih hitam langsung berdialog dengan warga. Ia meminta warga menghargai aturan aksi.

“Bapak ibu, menyampaikan aspirasi itu penting, tetapi harus berdasarkan aturan. Tiga hari sebelum aksi, harus ada surat pemberitahuan,” katanya.

Namun, pesan Markus langsung disanggah Stef Herson, salah satu warga.

Stef, melalui mikrofon menegaskan bahwa mereka sedang mempertahankan tanah mereka, bukan berdemonstrasi.

“Kami sedang pertahankan tanah kami, bukan berdemonstrasi,” ujarnya.

Markus pun melanjutkan pembicaraannya, meminta agar 10 orang perwakilan warga pergi ke kantor polisi untuk berdialog dengan Kapolres Mabar.

Namun, permintaanya langsung ditolak warga yang hanya ingin berdialog dengan bupati dan jajarannya.

“Kami warga Manggarai Barat. Kami punya bupati, camat, dan kepala desa. Kami hanya ingi bertemu mereka,” kata Stef.

Karena tidak menemui kata sepakat, Markus dengan nada tinggi sembari meninggalkan warga menegaskan bahwa kehadiran mereka di lokasi karena diperintah.

“Kami juga punya isteri anak. Kami diperintah. Mohon pengertiannya,” ujar Markus.

Usai negosiasi sekitar 30 menit, akhirnya 5 orang warga setuju untuk ke Polres Mabar untuk mediasi. Namun, mereka berharap dapat berdialog dengan bupati, BPOPLBF dan Dinas Kehutanan.

Sementara itu warga lainnya masih tetap berada di lokasi, sembari menyantap bekal yang mereka siapkan sendiri.

Eksavator yang terus berbunyi sejak pagi, tampak sudah berhenti.

FLORESA

 

PUBLIKASI TERKINI

Baca Juga

“Pak Jokowi, Bunuh Saja Kami,” Protes Warga Labuan Bajo yang Kembali Hadang Penggusuran Lahan oleh BPO-LBF

"Kami tidak sedang berdemontrasi, tetapi (sedang) pertahankan tanah kami," kata warga.

Begini Cara Buat Kandang Babi Sederhana, Tapi Bebas Bau dan Lalat

Floresa.co - Sebagian besar keluarga di Nusa Tenggara Timur (NTT) memelihara babi....

Warga dan BPO-LBF dalam Polemik Bowosie: Hidup Rentan di Moncong Negara

"Membaca kasus Racang Buka, kita dapat menarik benang merah antara dominasi negara neoliberal dan penghancuran ruang hidup warga. Maraknya investasi sektor privat menunjukkan bahwa negara tidak lagi menjadi wadah penjamin kesejahteraan, tetapi malah menjadi racun bagi hidup warganya."

“Pariwisata Holistik” Keuskupan Ruteng: Antara Kata dan Perbuatan

Keuskupan Ruteng sedang gencar mensosialisasikan konsep pariwisata holistik. Bagaimana sikap Keuskupan Ruteng terhadap sejumlah persoalan krusial yang dinilai berlawanan arah dengan prinsip pariwisata holistik itu?

“Anak-anak Kami Lapar,” Keluh Petani di Manggarai Barat yang Terancam Gagal Tanam Karena Bendungan Rusak

Bendungan Wae Cebong merupakan sumber air bagi irigasi untuk ratusan hektar sawah di area Persawahan Satar Walang, milik warga Desa Compong Longgo, desa yang berjarak 14 kilometer ke arah selatan dari Labuan Bajo.

Babi Makin Tambun, Dompet Anda pun Bertambah Tebal

Floresa.co - Selain kandang, aspek yang tak kalah penting ketika memelihara babi...

Motang Rua: Kisah Heroik Pahlawan Manggarai (1)

Floresa.co - Nama Motang Rua, yang lahir tahun 1860, sudah tak...

Mengolah Kemiri Agar Harganya Selangit

Oleh: F RAHARDI Provinsi Nusa Tenggara Timur,khususnya Pulau Flores, Pulau Adonara, Pulau Solor...