BerandaPERISTIWAAnak Wabup jadi THL,...

Anak Wabup jadi THL, Bupati Manggarai: “Kalau Orang Kecil Lebih Banyak, Boleh Toh”

Floresa.co – Bupati Manggarai, Herybertus GL Nabit meminta publik tidak mempersoalkan adanya anak pejabat yang menjadi Tenaga Harian Lepas (THL) di daerah itu.

Pasalnya, dari keseluruhan THL yang direkrut secara tertutup tahun 2021 dan 2022, hanya satu orang anak pejabat.

“Ya satu dari sekian banyak. Kalau orang kecil lebih banyak,  kenapa hanya satu yang diomong?” ujar Nabit menjawab pertanyaan wartawan usai pembukaan masa sidang II DPRD Manggarai, Selasa siang, 1 Maret 2022.

Ia mengatakan anak pejabat jadi THL dengan pola perekrutan yang tertutup itu boleh-boleh saja, asalkan THL dari kalangan orang kecil lebih banyak.

BACA JUGA: Masalah THL Dikritik DPRD, Bupati Manggarai Persilakan Partai Koalisi Cabut Dukungan

“Kalau orang kecilnya lebih banyak, boleh toh?” lanjut Nabit.

Sebelumnya, Bupati Nabit meminta publik jangan mempersoalkan perekrutan THL yang tidak transparan dan menabrak aturan karena posisi tersebut ditempati orang-orang kecil.

“Jangan dipolitisirlah. Ini untuk orang-orang kecil yang punya keahlian,” ujar Nabit dalam sebuah wawancarai dengan RRI Ende pada 22 April 2021 lalu.

Belakangan terungkap bahwa THL yang baru direkrut itu adalah tim sukses yang mendukungnya saat Pilkada 2020, kader partai politik, hingga anak Wakil Bupati, Heribertus Ngabut berinisial FN.

BACA JUGA: Perekrutan Diam-diam THL di Manggarai, NTT: Dari Anak Wakil Bupati Hingga Tim Sukses

Ia menjadi THL di Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) sejak Januari 2022.

Yohanes

PUBLIKASI TERKINI

Baca Juga

“Pak Jokowi, Bunuh Saja Kami,” Protes Warga Labuan Bajo yang Kembali Hadang Penggusuran Lahan oleh BPO-LBF

"Kami tidak sedang berdemontrasi, tetapi (sedang) pertahankan tanah kami," kata warga.

Begini Cara Buat Kandang Babi Sederhana, Tapi Bebas Bau dan Lalat

Floresa.co - Sebagian besar keluarga di Nusa Tenggara Timur (NTT) memelihara babi....

Warga dan BPO-LBF dalam Polemik Bowosie: Hidup Rentan di Moncong Negara

"Membaca kasus Racang Buka, kita dapat menarik benang merah antara dominasi negara neoliberal dan penghancuran ruang hidup warga. Maraknya investasi sektor privat menunjukkan bahwa negara tidak lagi menjadi wadah penjamin kesejahteraan, tetapi malah menjadi racun bagi hidup warganya."

“Pariwisata Holistik” Keuskupan Ruteng: Antara Kata dan Perbuatan

Keuskupan Ruteng sedang gencar mensosialisasikan konsep pariwisata holistik. Bagaimana sikap Keuskupan Ruteng terhadap sejumlah persoalan krusial yang dinilai berlawanan arah dengan prinsip pariwisata holistik itu?

“Anak-anak Kami Lapar,” Keluh Petani di Manggarai Barat yang Terancam Gagal Tanam Karena Bendungan Rusak

Bendungan Wae Cebong merupakan sumber air bagi irigasi untuk ratusan hektar sawah di area Persawahan Satar Walang, milik warga Desa Compong Longgo, desa yang berjarak 14 kilometer ke arah selatan dari Labuan Bajo.

Babi Makin Tambun, Dompet Anda pun Bertambah Tebal

Floresa.co - Selain kandang, aspek yang tak kalah penting ketika memelihara babi...

Motang Rua: Kisah Heroik Pahlawan Manggarai (1)

Floresa.co - Nama Motang Rua, yang lahir tahun 1860, sudah tak...

Mengolah Kemiri Agar Harganya Selangit

Oleh: F RAHARDI Provinsi Nusa Tenggara Timur,khususnya Pulau Flores, Pulau Adonara, Pulau Solor...