BerandaPERISTIWAPolisi Akan Libatkan Psikiater...

Polisi Akan Libatkan Psikiater untuk Periksa Pria yang Diduga Perkosa Ibu Kandung

Floresa.co – Aparat kepolisian di Kabupaten Manggarai Timur menyatakan akan melibatkan psikiater untuk memeriksa pria yang diduga menganiaya dan memperkosa ibu kandung.

BJ, warga Kampung Wakung, Desa Mokel Morid, Kecamatan Kota Komba Utara dilaporkan menganiaya dan memperkosa ibu kandungnya pada Senin pagi, 24 Januari 2021. Menurut pengakuan EN, isteri BJ, suaminya itu memiliki riwayat penyakit ayan atau epilepsi.

Kapolres Manggarai Timur, AKBP Nugroho mengatakan, mereka masih melakukan penyelidikan terhadap peristiwa itu, termasuk terkait klaim riwayat epilepsi pada BJ.

“Kata orang-orang, terduga pelaku mengidap epilepsi. Tentu kami akan menyelidikinya dengan menghadirkan saksi ahli psikiater,” katanya, Selasa siang.

Epilepsi merupakan gangguan sistem saraf pusat yang menyebabkan aktivitas otak tidak dapat bekerja secara normal, sehingga penderitanya sering kali mengalami gejala kejang, perilaku yang tidak biasa, hingga hilangnya kesadaran.

AKBP Nugro menjelaskan saat ini, penyidik masih di lokasi untuk melakukan olah TKP dan mengambil keterangan para saksi.

BJ (35), diduga menganiaya dan memperkosa ibu kandungnya, PM (62) pada Senin sekitar pukul 05.30 Wita.

Menurut DS, suami korban dan juga ayah terduga pelaku, BJ menganiaya dan memperkosa PM di depan toilet di belakang rumah mereka.

“Saya lihat pelaku sedang memperkosa ibunya. Muka korban penuh darah,” kata DS, Senin sore.

Saat ditemukan, PM mengalami luka di bagian wajah dan tulang rusuknya patah, lalu dilarikan ke Puskesmas Mukun.

Pihak Polres Manggarai Timur sudah mengamankan  BJ sejak Senin sore, sekitar pukul 15.00 Wita.

FLORESA

PUBLIKASI TERKINI

Baca Juga

“Pak Jokowi, Bunuh Saja Kami,” Protes Warga Labuan Bajo yang Kembali Hadang Penggusuran Lahan oleh BPO-LBF

"Kami tidak sedang berdemontrasi, tetapi (sedang) pertahankan tanah kami," kata warga.

Begini Cara Buat Kandang Babi Sederhana, Tapi Bebas Bau dan Lalat

Floresa.co - Sebagian besar keluarga di Nusa Tenggara Timur (NTT) memelihara babi....

Warga dan BPO-LBF dalam Polemik Bowosie: Hidup Rentan di Moncong Negara

"Membaca kasus Racang Buka, kita dapat menarik benang merah antara dominasi negara neoliberal dan penghancuran ruang hidup warga. Maraknya investasi sektor privat menunjukkan bahwa negara tidak lagi menjadi wadah penjamin kesejahteraan, tetapi malah menjadi racun bagi hidup warganya."

“Pariwisata Holistik” Keuskupan Ruteng: Antara Kata dan Perbuatan

Keuskupan Ruteng sedang gencar mensosialisasikan konsep pariwisata holistik. Bagaimana sikap Keuskupan Ruteng terhadap sejumlah persoalan krusial yang dinilai berlawanan arah dengan prinsip pariwisata holistik itu?

“Anak-anak Kami Lapar,” Keluh Petani di Manggarai Barat yang Terancam Gagal Tanam Karena Bendungan Rusak

Bendungan Wae Cebong merupakan sumber air bagi irigasi untuk ratusan hektar sawah di area Persawahan Satar Walang, milik warga Desa Compong Longgo, desa yang berjarak 14 kilometer ke arah selatan dari Labuan Bajo.

Babi Makin Tambun, Dompet Anda pun Bertambah Tebal

Floresa.co - Selain kandang, aspek yang tak kalah penting ketika memelihara babi...

Motang Rua: Kisah Heroik Pahlawan Manggarai (1)

Floresa.co - Nama Motang Rua, yang lahir tahun 1860, sudah tak...

Mengolah Kemiri Agar Harganya Selangit

Oleh: F RAHARDI Provinsi Nusa Tenggara Timur,khususnya Pulau Flores, Pulau Adonara, Pulau Solor...