BerandaARTIKEL UTAMALiputan Floresa.co Masuk Nominasi...

Liputan Floresa.co Masuk Nominasi Anugerah Karya Jurnalistik Antikorupsi 2021

Rosis Adir, penulis artikel itu, yang sejak bulan September ditetapkan sebagai Pemimpin Redaksi Floresa.co, mengaku bangga meski baru masuk nominasi penghargaan dengan nama Anugerah Karya Jurnalistik Antikorupsi (AKJA) tersebut.

Floresa.co – Salah satu hasil liputan Floresa.co terkait dugaan korupsi dana bantuan Covid-19 di Kabupaten Manggarai Timur masuk dalam nominasi ajang penghargaan jurnalistik yang diadakan oleh Indonesia Corruption Watch (ICW).

Dalam pengumuman yang disampaikan ICW pada Kamis, 21 Oktober, liputan tentang dana Jaring Pengaman Sosial (JPS) Covid-19 dengan judul Sengkarut Bantuan JPS Covid-19 di Matim: Diduga Ada Modus Korupsi itu menjadi salah satu dari tiga nominasi kategori Karya Liputan Mendalam/Investigasi Terfavorit Regional NTT.

Pengumuman pemenang untuk setiap kategori akan disampaikan Jumat, 22 Oktober.

Rosis Adir, penulis artikel itu, yang sejak bulan September ditetapkan sebagai Pemimpin Redaksi Floresa.co, mengaku bangga meski baru masuk nominasi penghargaan dengan nama Anugerah Karya Jurnalistik Antikorupsi (AKJA) tersebut.

Ia pun berterima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi bagi penulisan artikel itu. Dalam liputan itu, hal yang ia soroti adalah terkait penahanan sebagian dana bantuan oleh bank penyalur dan prosedur penyaluran yang diduga bertentangan dengan peraturan tentang dana bantuan sosial Covid-19.

“Terima kepada ICW yang memberikan penghargaan atas karya jurnalistik investigasi korupsi,” katanya.

“Semoga semangat menginvestigasi dugaan korupsi terus meningkat, baik dalam diri wartawan maupun di ruang redaksi media-media lokal di NTT,” tambah Rosis.

Rosis sering menulis laporan-laporan mendalam. Beberapa artikelnya juga sudah pernah ditayang di media-media lain, termasuk di projectmultatuli.org yang juga sudah direpublikasi oleh Floresa.co tentang generasi penenun di Manggarai.

ICW menyelenggarakan AKJ sejak 2015. Penghargaan itu sebagai bentuk apresiasi sekaligus untuk mendorong lahirnya karya-karya jurnalistik investigatif dalam isu korupsi. Pada tahun ini, ICW kembali mengadakan AKJA regional di Banten dan NTT yang bertemakan “Melawan Korupsi melalui Karya Jurnalistik.”

FLORESA

PUBLIKASI TERKINI

Baca Juga

“Pak Jokowi, Bunuh Saja Kami,” Protes Warga Labuan Bajo yang Kembali Hadang Penggusuran Lahan oleh BPO-LBF

"Kami tidak sedang berdemontrasi, tetapi (sedang) pertahankan tanah kami," kata warga.

Warga dan BPO-LBF dalam Polemik Bowosie: Hidup Rentan di Moncong Negara

"Membaca kasus Racang Buka, kita dapat menarik benang merah antara dominasi negara neoliberal dan penghancuran ruang hidup warga. Maraknya investasi sektor privat menunjukkan bahwa negara tidak lagi menjadi wadah penjamin kesejahteraan, tetapi malah menjadi racun bagi hidup warganya."

“Anak-anak Kami Lapar,” Keluh Petani di Manggarai Barat yang Terancam Gagal Tanam Karena Bendungan Rusak

Bendungan Wae Cebong merupakan sumber air bagi irigasi untuk ratusan hektar sawah di area Persawahan Satar Walang, milik warga Desa Compong Longgo, desa yang berjarak 14 kilometer ke arah selatan dari Labuan Bajo.

Begini Cara Buat Kandang Babi Sederhana, Tapi Bebas Bau dan Lalat

Floresa.co - Sebagian besar keluarga di Nusa Tenggara Timur (NTT) memelihara babi....

Bowosie: Bisnis Orang Pusat di Labuan Bajo?

Yosef Sampurna Nggarang berpandangan bahwa Badan Pelaksana Otoritatif Labuan Bajo Flores (BPO)-LBF lebih memberi kesan menjadi bagian dari oligarki yang ingin mengusai bisnis pariwisata di Labuan Bajo, dibanding berjuang agar mayoritas warga, terutama warga lokal bisa hidup dari pariwisata yang sudah mendunia itu dan kini dilabeli pariwisata super premium.

Kami Cemas dan Takut Karena Proyek Ini Terus Dipaksakan, Kata Warga Wae Sano di Hadapan Bank Dunia

"Kami yakin bahwa Bank Dunia tidak ingin terlibat dalam proses pembangunan yang penuh dengan intimidasi dan potensi kekerasan,” demikian pernyataan warga.

“Pariwisata Holistik” Keuskupan Ruteng: Antara Kata dan Perbuatan

Keuskupan Ruteng sedang gencar mensosialisasikan konsep pariwisata holistik. Bagaimana sikap Keuskupan Ruteng terhadap sejumlah persoalan krusial yang dinilai berlawanan arah dengan prinsip pariwisata holistik itu?

Dikunjungi Bank Dunia, Warga Wae Sano Desak Batalkan Pendanaan Proyek Geothermal

"Kami menegaskan, sudah sejak awal tidak pernah sekalipun memberi persetujuan atas proyek geothermal Wae Sano. Kami sudah menyampaikan hal itu dalam surat yang telah kami kirim kepada Bank Dunia pada Februari 2020 dan Juli 2021," kata salah seorang warga