Rabu, 4 Agustus 2021

Bersinergi Perkuat Fasilitas Kesehatan, Pemerintah Lakukan Mitigasi dan Koordinasi Lintas Lembaga

Floresa.co- Penambahan kasus harian Covid-19 pada 14 Juli 2021 mencapai 54.517. Kini total kasus Covid-19 mencapai 2.670.046.

Menyikapi lonjakan kasus ini, pemerintah melakukan mitigasi dan berkoordinasi dengan lintas lembaga. Kementerian Kesehatan menginstruksikan agar rumah sakit yang menyelenggarakan layanan COVID-19 segera mengalihfungsikan tempat tidur perawatan sebanyak 40% bagi ruang isolasi pasien COVID-19 di zona merah, 30% di zona oranye, dan 20% di zona kuning. 

Kementerian Kesehatan menginstruksikan agar rumah sakit yang menyelenggarakan layanan COVID-19 segera mengalihfungsikan tempat tidur perawatan sebanyak 40% bagi ruang isolasi pasien COVID-19 di zona merah, 30% di zona oranye, dan 20% di zona kuning. Sedangkan penambahan ICU untuk perawatan COVID-19 di zona merah 25%, 15% di zona orange, dan 10% di zona kuning.

- Advertisement -

Sedangkan penambahan ICU untuk perawatan COVID-19 di zona merah 25%, 15% di zona orange, dan 10% di zona kuning.

dr. Azhar Jaya, Sekretaris Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan menjelaskan Pemerintah terus berusaha keras untuk menambah jumlah tempat tidur yang saat ini. 

“Pada Mei lalu Kemenkes telah menambah tempat tidur sebanyak 40.000, jadi saat ini ada sebanyak 120.104. Ini berkat kerja sama dan dukungan yang kuat dari Kemenkes, Pemerintah Daerah, TNI-POLRI dan BUMN dalam hal ini Pertamina dengan anak usahanya Pertamedika untuk menambah tempat tidur secara cepat,” ujarnya pada Dialog Produktif KPCPEN yang ditayangkan di FMB9ID_IKP, Kamis 15 Juli 2021.

dr. Azhar Jaya juga berterima kasih kepada Kementerian Agama dan Kementerian PUPR atas partisipasinya mempercepat penyediaan tempat tidur tambahan. 

“Sangat membantu dalam penanganan walaupun belum bisa memenuhi semuanya karena peningkatan kasus Covid-19 yang signifikan,” ujarnya.

“Kemudian dr. Azhar menjelaskan bahwa akan ada 2 jenis rumah sakit yang ada di asrama haji Pondok Gede ini, yaitu yang bisa menangani ICU untuk gejala sedang sampai dengan berat dengan kapasitas 100 tempat tidur yang dikelola oleh Pertamedika (IHC), berlokasi di depan RS Arafah yang sebentar lagi segera beroperasi. 

“Namun yang saat ini yang baru beroperasi adalah RSD Wisma Haji yang bisa menangani gejala sampai dengan sedang, belum bisa untuk gejala yang berat” terangnya. 

Untuk kapasitas yang nantinya Kemenkes kelola kurang lebih 900 tempat tidur untuk menangani gejala sedang, saat ini sudah beroperasi sebanyak 144 tempat tidur.

H. Khoirizi, Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama menyampaikan seluruh Asrama Haji di Indonesia siap membantu menangani masalah Covid-19 ini. 

“Sudah ada 8 asrama haji yang intens digunakan sebagai RS Darurat Covid-19, paling tidak sebagai tempat isolasi. Ada Pondok Gede, Surabaya, Balikpapan, Lombok, Gorontalo, DIY, Semarang, dan Ambon,” tambahnya. 

Berkat kerja sama semua pihak terkait, hari ini semuanya sudah berjalan dan sudah mulai merawat pasien di Asrama Haji Pondok Gede.

Dari semua usaha pemerintah dan pihak terkait, H. Khoirizi menegaskan bahwa tidak ada yang lebih bisa membantu kecuali peran kita semua. 

“Kalau masyarakat masih tidak taat terhadap kebijakan Pemerintah, maka mustahil ini semua dapat kita atasi. Oleh sebab itu, protokol kesehatan dan vaksinasi menjadi kunci untuk kita segera bisa memutus rantai Covid-19 ini,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Fajriyah Usman, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) menyampaikan Pertamina terus berfokus untuk menambah ketersediaan tempat tidur. 

Selain itu Pertamina juga sedang membangun Rumah Sakit Darurat Covid (RSDC) lainnya yang berlokasi di Tanjung Duren.

Selain itu, Pertamina juga telah mendedikasikan lebih dari 350 kamar di hotel Patra Jasa yang tersebar di seluruh Indonesia untuk para tenaga kesehatan atau tenaga medis.

Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) -Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) dibentuk dalam rangka percepatan penanganan COVID-19 serta pemulihan perekonomian dan transformasi ekonomi nasional.

Prioritas KPCPEN secara berurutan adalah: Indonesia Sehat, mewujudkan rakyat aman dari COVID-19 dan reformasi pelayanan kesehatan; Indonesia Bekerja, mewujudkan pemberdayaan dan percepatan penyerapan tenaga kerja; dan Indonesia Tumbuh, mewujudkan pemulihan dan transformasi ekonomi nasional. 

Dalam pelaksanaannya, KPCPEN dibantu oleh Satuan Tugas Penanganan COVID-19 dan Satuan Tugas Pemulihan danTransformasi Ekonomi Nasional.

Floresa

- Advertisement -

Baca Juga