BerandaNUSANTARAJumlah Warga yang Terinfeksi...

Jumlah Warga yang Terinfeksi Covid-19 di Elar Selatan Jadi 304 Orang, Satu Meninggal Dunia

Pasien yang meninggal dunia langsung dimakamkan pada Kamis, 8 Juli sekitar pukul 19. 30 Wita.

Borong, Floresa.co – Jumlah warga di Kecamatan Elar Selatan, Kabupaten Manggarai Timur yang positif Covid-19 berdasarkan hasil tes cepat antigen menjadi 304 orang, di mana salah satu di antaranya meninggal dunia pada Kamis, 8 Juli.

Pasien dengan inisial NS yang berusia 78 diketahui positif berdasarkan hasil tes di Puskesmas Runus pada Kamis siang.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Floresa.co, NS merupakan salah seorang warga Desa Langga Sai yang turut hadir dalam acara duka di Kampung Lando, Desa Musi Ngaran pada 25 Juni lalu.

Ia memiliki riwayat melakukan kontak erat dengan beberapa orang warga yang dinyatakan positif Covid-19.

NS yang berasal dari Kampung Malir, Desa Langga Sai langsung dimakamkan sekitar pukul 19. 30 Wita oleh Relawan Satuan Gugus Tugas Covid-19 dari kecamatan dan desa yang dijaga ketat oleh pihak keamanan.

Dari 304 warga yang positif di Elar Selatan, 301 menjalani isolasi mandiri dan 2 yang dirujuk ke RSUD Borong.

GABRIN/FLORESA

PUBLIKASI TERKINI

Baca Juga

“Pak Jokowi, Bunuh Saja Kami,” Protes Warga Labuan Bajo yang Kembali Hadang Penggusuran Lahan oleh BPO-LBF

"Kami tidak sedang berdemontrasi, tetapi (sedang) pertahankan tanah kami," kata warga.

Warga dan BPO-LBF dalam Polemik Bowosie: Hidup Rentan di Moncong Negara

"Membaca kasus Racang Buka, kita dapat menarik benang merah antara dominasi negara neoliberal dan penghancuran ruang hidup warga. Maraknya investasi sektor privat menunjukkan bahwa negara tidak lagi menjadi wadah penjamin kesejahteraan, tetapi malah menjadi racun bagi hidup warganya."

“Anak-anak Kami Lapar,” Keluh Petani di Manggarai Barat yang Terancam Gagal Tanam Karena Bendungan Rusak

Bendungan Wae Cebong merupakan sumber air bagi irigasi untuk ratusan hektar sawah di area Persawahan Satar Walang, milik warga Desa Compong Longgo, desa yang berjarak 14 kilometer ke arah selatan dari Labuan Bajo.

Begini Cara Buat Kandang Babi Sederhana, Tapi Bebas Bau dan Lalat

Floresa.co - Sebagian besar keluarga di Nusa Tenggara Timur (NTT) memelihara babi....

Bowosie: Bisnis Orang Pusat di Labuan Bajo?

Yosef Sampurna Nggarang berpandangan bahwa Badan Pelaksana Otoritatif Labuan Bajo Flores (BPO)-LBF lebih memberi kesan menjadi bagian dari oligarki yang ingin mengusai bisnis pariwisata di Labuan Bajo, dibanding berjuang agar mayoritas warga, terutama warga lokal bisa hidup dari pariwisata yang sudah mendunia itu dan kini dilabeli pariwisata super premium.

Kami Cemas dan Takut Karena Proyek Ini Terus Dipaksakan, Kata Warga Wae Sano di Hadapan Bank Dunia

"Kami yakin bahwa Bank Dunia tidak ingin terlibat dalam proses pembangunan yang penuh dengan intimidasi dan potensi kekerasan,” demikian pernyataan warga.

“Pariwisata Holistik” Keuskupan Ruteng: Antara Kata dan Perbuatan

Keuskupan Ruteng sedang gencar mensosialisasikan konsep pariwisata holistik. Bagaimana sikap Keuskupan Ruteng terhadap sejumlah persoalan krusial yang dinilai berlawanan arah dengan prinsip pariwisata holistik itu?

Dikunjungi Bank Dunia, Warga Wae Sano Desak Batalkan Pendanaan Proyek Geothermal

"Kami menegaskan, sudah sejak awal tidak pernah sekalipun memberi persetujuan atas proyek geothermal Wae Sano. Kami sudah menyampaikan hal itu dalam surat yang telah kami kirim kepada Bank Dunia pada Februari 2020 dan Juli 2021," kata salah seorang warga