BerandaPERISTIWAUsai Ikut Acara Duka,...

Usai Ikut Acara Duka, 100 Orang Warga Satu Desa di Elar Selatan Positif Covid-19

Borong, Floresa.co – Sebanyak seratus orang warga di Desa Mosi Ngaran,  Kecamatan Elar Selatan, Kabupaten Manggarai Timur positif Covid-19 berdasarkan hasil tes rapid antigen di Puskesmas setempat.

Frumensius Dima, kepala desa di desa itu mengatakan kepada Floresa.co, warga yang positif sebelumnya mengikuti acara duka di Lando, salah satu kampung di desanya pada 25 Juni.

Menurut dia, dalam acara itu hadir beberapa orang warga dari Kabupaten Ngada yang diduga telah terinfeksi Covid-19.

“Usai mengikuti acara tersebut, hampir semua warga yang hadir mengalami batuk dan demam, sehingga kami menyarankan untuk segera dilakukan tes swab antigen di Puskesmas Runus,” kata Frumensius, Minggu, 4 Juli.

Ia mengatakan, warga yang positif langsung melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing dengan pengawasan dari petugas kesehatan dan pemerintah desa.

Menyikapi masalah ini, jelasnya, pemerintah desa telah memutuskan menutup akses keluar masuk desa, demi mencegah penyebaran Covid-19 semakin meluas.

“Saat ini ini warga Desa Mosi Ngaran dilarang untuk bepergian ke luar wilayah desa. Warga dari luar desa juga dilarang masuk ke wilayah desa Mosi Ngaran,” katanya.

GABRIN/FLORESA

PUBLIKASI TERKINI

Baca Juga

Wawancara Suster Virgula SSpS: “Percaya Sepenuhnya Kepada Tuhan”

Floresa.co - Nama Sr Virgula Schmitt SSpS (87) sangat akrab bagi...

KPK Tantang Gereja Katolik Audit Keuangan

Floresa.co - Seorang anggota senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menantang Gereja Katolik...

Begini Cara Buat Kandang Babi Sederhana, Tapi Bebas Bau dan Lalat

Floresa.co - Sebagian besar keluarga di Nusa Tenggara Timur (NTT) memelihara babi....

Babi Makin Tambun, Dompet Anda pun Bertambah Tebal

Floresa.co - Selain kandang, aspek yang tak kalah penting ketika memelihara babi...

Warga dan BPO-LBF dalam Polemik Bowosie: Hidup Rentan di Moncong Negara

"Membaca kasus Racang Buka, kita dapat menarik benang merah antara dominasi negara neoliberal dan penghancuran ruang hidup warga. Maraknya investasi sektor privat menunjukkan bahwa negara tidak lagi menjadi wadah penjamin kesejahteraan, tetapi malah menjadi racun bagi hidup warganya."

“Anak-anak Kami Lapar,” Keluh Petani di Manggarai Barat yang Terancam Gagal Tanam Karena Bendungan Rusak

Bendungan Wae Cebong merupakan sumber air bagi irigasi untuk ratusan hektar sawah di area Persawahan Satar Walang, milik warga Desa Compong Longgo, desa yang berjarak 14 kilometer ke arah selatan dari Labuan Bajo.

“Pak Jokowi, Bunuh Saja Kami,” Protes Warga Labuan Bajo yang Kembali Hadang Penggusuran Lahan oleh BPO-LBF

"Kami tidak sedang berdemontrasi, tetapi (sedang) pertahankan tanah kami," kata warga.

Mengolah Kemiri Agar Harganya Selangit

Oleh: F RAHARDI Provinsi Nusa Tenggara Timur,khususnya Pulau Flores, Pulau Adonara, Pulau Solor...