BerandaPERISTIWAKasus Kerangan: Gusti Dula...

Kasus Kerangan: Gusti Dula Divonis 7 Tahun Penjara

Mantan Bupati Manggarai Barat dua periode ini juga didenda satu miliar rupiah, subsider kurungan tiga bulan.

Floresa.co – Mantan Bupati Manggarai Barat, Agustinus Ch Dula mendapat vonis tujuh tahun penjara dalam kasus penggelapan aset tanah negara di Kerangan/Toro Lemma Batu Kallo.

Selain itu, ia juga didenda satu miliar rupiah, subsider kurungan tiga bulan.

Putusan untuk mantan bupati dua periode ini dibacakan dalam sidang pada Rabu, 30 Juni di Pengadilan Tipikor Kupang.

Dalam putusannya, majelis hakim dengan ketua Wari Juniati dan anggota Teddy Windiartono dan Ibnu Kholik menyatakan Dula terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah sebagaimana yang didakwakan, yakni melanggar pasal 2 (ayat 1) UU 31/1999 junto UU No.20 tahun 2001, junto pasal 55 ayat (1) ke (1) KUHP junto pasal 64 ayat (1) KUHP.

Vonis terdakwa dikurangi dengan masa penahahan.

Sidang yang dimulai pukul 14.15 Wita ini selesai pada pukul 15.00 WITA.

Vonis Dula lebih ringan dari tuntutan 15 tahun penjara oleh jaksa, satu miliar dan subsider kurungan 6 bulan.

Kasus tanah Kerangan ini telah menjerat 17 orang, di mana 14 terdakwa sudah di vonis oleh majelis hakim dan terbukti bersalah.

Dula dinyatakan bersalah karena membiarkan tanah seluas 30 hektar  diklaim oleh sejumlah pihak, lalu menjualnya, padahal lahan itu adalah milik Pemkab Mabar.

FLORESA

PUBLIKASI TERKINI

Baca Juga

“Pak Jokowi, Bunuh Saja Kami,” Protes Warga Labuan Bajo yang Kembali Hadang Penggusuran Lahan oleh BPO-LBF

"Kami tidak sedang berdemontrasi, tetapi (sedang) pertahankan tanah kami," kata warga.

Begini Cara Buat Kandang Babi Sederhana, Tapi Bebas Bau dan Lalat

Floresa.co - Sebagian besar keluarga di Nusa Tenggara Timur (NTT) memelihara babi....

Warga dan BPO-LBF dalam Polemik Bowosie: Hidup Rentan di Moncong Negara

"Membaca kasus Racang Buka, kita dapat menarik benang merah antara dominasi negara neoliberal dan penghancuran ruang hidup warga. Maraknya investasi sektor privat menunjukkan bahwa negara tidak lagi menjadi wadah penjamin kesejahteraan, tetapi malah menjadi racun bagi hidup warganya."

“Pariwisata Holistik” Keuskupan Ruteng: Antara Kata dan Perbuatan

Keuskupan Ruteng sedang gencar mensosialisasikan konsep pariwisata holistik. Bagaimana sikap Keuskupan Ruteng terhadap sejumlah persoalan krusial yang dinilai berlawanan arah dengan prinsip pariwisata holistik itu?

“Anak-anak Kami Lapar,” Keluh Petani di Manggarai Barat yang Terancam Gagal Tanam Karena Bendungan Rusak

Bendungan Wae Cebong merupakan sumber air bagi irigasi untuk ratusan hektar sawah di area Persawahan Satar Walang, milik warga Desa Compong Longgo, desa yang berjarak 14 kilometer ke arah selatan dari Labuan Bajo.

Babi Makin Tambun, Dompet Anda pun Bertambah Tebal

Floresa.co - Selain kandang, aspek yang tak kalah penting ketika memelihara babi...

Motang Rua: Kisah Heroik Pahlawan Manggarai (1)

Floresa.co - Nama Motang Rua, yang lahir tahun 1860, sudah tak...

Mengolah Kemiri Agar Harganya Selangit

Oleh: F RAHARDI Provinsi Nusa Tenggara Timur,khususnya Pulau Flores, Pulau Adonara, Pulau Solor...