BerandaPERISTIWAKasus Kerangan: Dula Dituntut...

Kasus Kerangan: Dula Dituntut 15 Tahun Penjara

Floresa.co – Mantan Bupati Manggarai Barat (Mabar), Agustinus Ch Dula mendapat tuntutan 15 tahun penjara dalam sidang perkara tindak pidana korupsi pengalihan aset tanah Pemda Mabar yang terletak di Toro Lemma Batu Kallo/Kerangan.

Selain itu, terdakwa juga didenda 1 miliar dan jika tidak dibayar diganti kurungan pidana 6 bulan.

Tuntutan ini dibacakan dalam sidang hari ini Senin, 21 Juni di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Kupang.

Dalam sidang yang berlangsung mulai pukul 12.23 Wita itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU)  Hero Saputro, Heri Franklin dan Emerensiana Jehamat hanya membaca pokok amar tuntutan.

JPU menyatakan terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 2 (ayat 1) UU 31/1999 junto UU No.20 tahun 2001, junto pasal 55 ayat (1) ke (1) KUHP junto pasal 64 ayat (1) KUHP.

Sidang dipimpin majelis hakim Wari Juniati sebagai ketua dan dua dua anggota Ibnu Choliq dan Gustaf Marpaung.

Majelis hakim mengagendakan sidang ditunda ke Rabu, 23 Juni untuk pembacaan pembelaan dari terdakwa.

Kasus ini menjerat 17 orang, di mana 13 terdakwa sudah di vonis oleh majelis hakim dan terbukti bersalah.

Dula dinyatakan bersalah karena membiarkan tanah seluas 30 hektar di Kerangan itu diklaim oleh sejumlah pihak, lalu menjualnya, padahal lahan itu adalah milik Pemkab Mabar.

FLORESA

PUBLIKASI TERKINI

Baca Juga

Wawancara Suster Virgula SSpS: “Percaya Sepenuhnya Kepada Tuhan”

Floresa.co - Nama Sr Virgula Schmitt SSpS (87) sangat akrab bagi...

Begini Cara Buat Kandang Babi Sederhana, Tapi Bebas Bau dan Lalat

Floresa.co - Sebagian besar keluarga di Nusa Tenggara Timur (NTT) memelihara babi....

Pastor John Prior: Vatikan Harus Buka Hasil Penyelidikan Kasus Moral Kaum Klerus

Floresa.co - Pastor John Mansford Prior SVD, dosen di Sekolah Tinggi...

“Pak Jokowi, Bunuh Saja Kami,” Protes Warga Labuan Bajo yang Kembali Hadang Penggusuran Lahan oleh BPO-LBF

"Kami tidak sedang berdemontrasi, tetapi (sedang) pertahankan tanah kami," kata warga.

“Anak-anak Kami Lapar,” Keluh Petani di Manggarai Barat yang Terancam Gagal Tanam Karena Bendungan Rusak

Bendungan Wae Cebong merupakan sumber air bagi irigasi untuk ratusan hektar sawah di area Persawahan Satar Walang, milik warga Desa Compong Longgo, desa yang berjarak 14 kilometer ke arah selatan dari Labuan Bajo.

Babi Makin Tambun, Dompet Anda pun Bertambah Tebal

Floresa.co - Selain kandang, aspek yang tak kalah penting ketika memelihara babi...

Warga dan BPO-LBF dalam Polemik Bowosie: Hidup Rentan di Moncong Negara

"Membaca kasus Racang Buka, kita dapat menarik benang merah antara dominasi negara neoliberal dan penghancuran ruang hidup warga. Maraknya investasi sektor privat menunjukkan bahwa negara tidak lagi menjadi wadah penjamin kesejahteraan, tetapi malah menjadi racun bagi hidup warganya."

Kami Cemas dan Takut Karena Proyek Ini Terus Dipaksakan, Kata Warga Wae Sano di Hadapan Bank Dunia

"Kami yakin bahwa Bank Dunia tidak ingin terlibat dalam proses pembangunan yang penuh dengan intimidasi dan potensi kekerasan,” demikian pernyataan warga.