BerandaPERISTIWAEnam Terdakwa Kasus Kerangan...

Enam Terdakwa Kasus Kerangan Dituntut 8-10 Tahun Penjara

Floresa.co – Enam dari total 17 terdakwa kasus dugaan korupsi pengalihan aset tanah pemerintah di Toro Lemma Batu Kallo/Kerangan, Kabupaten Manggarai Barat sudah mendengar tuntutan jaksa dalam sidang di Pengadilan Tipikor Kupang, dengan tuntutan penjara yang beragam antara 8-10 tahun.

Dalam kasus ini mereka didakwa terlibat sebagai orang yang mengklaim sebagian dari tanah seluas 30 hektar itu serta sebagai calo yang menjualnya kepada sejumlah pihak.

Dari keenamnya, empat di antaranya mendengarkan pembacaan tuntutan dalam sidang pada Kamis, 10 Juni, sementara dua lainnya pada hari ini, Jumat, 11 Juni.

Tiga dari terdakwa yang tuntutannya dibacakan pada Kamis oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Hery Franklin dan Hero Ardy Sapitro dari Kejaksaan Tinggi NTT mendapat tuntutan 8 tahun penjara, disertai denda, yakni Ente Puasa (ditambah denda 750 juta), serta Dai Kayus dan Andy Riski Nur Cahya (ditambah denda masing-masing 850 juta).

Terdakwa lainnya, Haji Sukri dituntut penjara 9 tahun dan denda 850 juta.

Sementara dua terdakwa yang tuntutannya dibacakan hari ini mendapat tuntutan 10 tahun penjara. Tuntutan dibacakan mulai pada pukul 16.30  Wita oleh JPU Hery Franklin, Hero Ardy Saputro dan Emi Jehamat.

Terdakwa Mahmud Nip mendapat tuntutan 10 tahun penjara dan denda  850 juta, dengan ketentuan jika denda tidak dibayar diganti dengan kurungan 6 bulan penjara.

Selain itu, ia juga dituntut membayar uang pengganti kerugian keuangan negara sejumlah 1,8 miliar dan jika tidak membayarnya, dipidana penjara 5 tahun.

Tuntutan penjara dan denda untuk terdakwa Supardi Tahiya juga sama. Yang berbeda adalah penggantian kerugian keuangan negara sejumlah 725 juta, yang jika tidak dibayar dipidana penjara 5 tahun.

Sidang hari ini dipimpin oleh hakim Fransiska D. P. Nino dan dan Gustap Marpaung.

Tuntutan untuk 11 terpidana lainnya, termasuk mantan Bupati Manggarai Barat, Agustinus Ch Dula akan menyusul.

Sidang selanjutnya ditunda ke Selasa pekan depan dengan agenda nota pembelaan oleh para terdakwa yang sudah mendapat tuntutan.

Menurut Kejaksaan Tinggi NTT, pengalihan aset tanah ini telah menyebabkan kerugian negara sekitar 1,3 triliun dan Pemda tidak bisa menguasai lahan itu.

Di samping itu, penguasaan lahan oleh terdakwa juga membuat rencana pemerintah membangun jalan lingkar luar untuk kepentingan masyarakat tidak bisa dilaksanakan.

YOS/FLORESA

PUBLIKASI TERKINI

Baca Juga

Wawancara Suster Virgula SSpS: “Percaya Sepenuhnya Kepada Tuhan”

Floresa.co - Nama Sr Virgula Schmitt SSpS (87) sangat akrab bagi...

KPK Tantang Gereja Katolik Audit Keuangan

Floresa.co - Seorang anggota senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menantang Gereja Katolik...

Begini Cara Buat Kandang Babi Sederhana, Tapi Bebas Bau dan Lalat

Floresa.co - Sebagian besar keluarga di Nusa Tenggara Timur (NTT) memelihara babi....

Babi Makin Tambun, Dompet Anda pun Bertambah Tebal

Floresa.co - Selain kandang, aspek yang tak kalah penting ketika memelihara babi...

Warga dan BPO-LBF dalam Polemik Bowosie: Hidup Rentan di Moncong Negara

"Membaca kasus Racang Buka, kita dapat menarik benang merah antara dominasi negara neoliberal dan penghancuran ruang hidup warga. Maraknya investasi sektor privat menunjukkan bahwa negara tidak lagi menjadi wadah penjamin kesejahteraan, tetapi malah menjadi racun bagi hidup warganya."

“Anak-anak Kami Lapar,” Keluh Petani di Manggarai Barat yang Terancam Gagal Tanam Karena Bendungan Rusak

Bendungan Wae Cebong merupakan sumber air bagi irigasi untuk ratusan hektar sawah di area Persawahan Satar Walang, milik warga Desa Compong Longgo, desa yang berjarak 14 kilometer ke arah selatan dari Labuan Bajo.

“Pak Jokowi, Bunuh Saja Kami,” Protes Warga Labuan Bajo yang Kembali Hadang Penggusuran Lahan oleh BPO-LBF

"Kami tidak sedang berdemontrasi, tetapi (sedang) pertahankan tanah kami," kata warga.

Mengolah Kemiri Agar Harganya Selangit

Oleh: F RAHARDI Provinsi Nusa Tenggara Timur,khususnya Pulau Flores, Pulau Adonara, Pulau Solor...