Senin, 20 September 2021

Villa Warga Negara Amerika di Labuan Bajo Terbakar Disambar Petir

Petir tersebut menghasilkan percikan api lalu menyerang salah satu sudut bangunan itu. Dari sudut itu, api merambat ke sudut-sudut lain. Meski hujan terus mengguyur, namun bangunan yang terbuat dari bambu dan beratap alang-alang itu memudahkan api menyulut hingga ke sudut-sudut.

Labuan Bajo, Floresa.co –  Villa Elang Hillside Bamboo, milik warga negara Amerika Serikat, Peter Luce yang terletak di Gang Lewur, Kelurahan Labuan Bajo, Kecamatan Komodo Kabupaten Manggarai Barat hangus terbakar usai disambar petir pada Jumat sore, 9 April 2021.

Sulastri, isteri Luce menyatakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 15.00, saat hujan tengah mengguyur. Dirinya bersama dengan 10 orang staf tengah bekerja seperti biasa hingga tiba-tiba petir menyambar bangunan vila nomor tujuh itu.

Petir tersebut menghasilkan percikan api lalu menyerang salah satu sudut bangunan itu. Dari sudut itu, api merambat ke sudut-sudut lain. Meski hujan terus mengguyur, namun bangunan yang terbuat dari bambu dan beratap alang-alang itu memudahkan api menyulut hingga ke sudut-sudut.

- Advertisement -

Melihat kobaran api, mereka melakukan beberapa tindakan pencegahan. Mulai dari memutuskan arus listrik hingga menghubungi pemadam kebakaran.

Sembari pemadam kebakaran tiba, mereka berupaya dengan peralatan ala kadarnya. Menyiram air secara manual menggunakan ember serta menyemprot menggunakan alat semprot kecil. Namun, tak cukup membantu untuk menghentikan si jago merah. Sebagian barang-barang juga bisa dievakuasi.

“Kebetulan vila kan belum buka. Masih mau opening. Kebetulan vila tujuh belum dibuka. Masih dipakai buat gudang. Kita amankan barang-barang sembari memadamkan api,” tuturnya.

VIDEO

Pantauan Floresa.co, pemadam kebakaran baru tiba sekitar pukul 15.40. Meskipun berhasil memadamkan si jago merah, tetap tidak bisa menyelamatkan bangunan itu. Hampir seluruh bangunan berukuran 6×7 meter itu ludes. Bambu-bambu penyangga roboh. Total kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. Api baru padam sekitar pukul 16.00.

Yovin Juman, salah satu staf mengaku sangat tesentak saat petir menyambar. Pasalnya, peristiwa itu terjadi tepat saat dirinya tengah berada di dalam vila nomor tujuh.

Beruntung ia bergerak cepat meninggalkan bangunan vila itu untuk menyelamatkan diri.

“Keadaan saya aman. Tidak apa-apa. Setelah keluar dari vila itu, saya langsung mencari bantuan teman-teman untuk memadamkan api,” ujarnya.

ARJ/Floresa

- Advertisement -

Baca Juga