BerandaPERISTIWAAnton Ali, Kuasa Hukum...

Anton Ali, Kuasa Hukum Dula Jadi Tersangka Terkait Kasus Keterangan Palsu

Kejati NTT mengonfirmasi bahwa penetapan tersangka Anton terkait dugaan mengarahkan dua orang saksi untuk memberikan keterangan palsu saat sidang praperadilan terkait penetapan tersangka Dula.

Floresa.coKejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kejati NTT) menetapkan Antonius Ali, kuasa hukum mantan Bupati Manggarai Barat, Agustinus Ch Dula sebagai tersangka terkait kasus dugaan mengarahkan saksi memberi keterangan palsu dalam sidang praperadilan.

“Dia sudah ditetapkan tersangka dan langsung dilakukan penahanan”, ujar Kasie Penkum Kejati NTT, Abdul Hakim, kepada Floresa.co, Kamis sore, 18 Februari 2021.

Sebelumnya, Kejati NTT menjadwalkan pemeriksaan Anton pada Senin, 15 Februari. Namun ia meminta penundaan dan baru kemarin ia memenuhi panggilan penyidik.

Abdul mengonfirmasi bahwa penetapan tersangka Anton terkait dugaan mengarahkan dua orang saksi untuk memberikan keterangan palsu saat sidang praperadilan terkait penetapan tersangka Dula beberapa waktu lalu.

Dua saksi tersebut, Frans Harun dan Zulkifi Djuje juga sudah ditetapkan sebagai tersangka dan dijemput penyidik Kejati NTT di rumah Anton di Kupang.

Dalam sidang praperadilan itu, Anton mempersoalkan penetapan Bupati Dula sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi penggelapan aset tanah milik Pemda Manggarai Barat di Kerangan, dekat pesisir Labuan Bajo.

Kasus terkait tanah seluas 30 hektar itu telah menyeret sejumlah tersangka, dari berbagai latar belakang.

Sementara itu, Bupati Dula yang semula dijadwalkan untuk berangkat ke Kupang dan memberikan keterangan, batal karena hasil tes antigennya reaktif.

Surion Florianus Adu, juru bicara Haji Muhammad Adam Djudje, salah satu pihak yang ikut mengklaim sebagai pemilih Tanah Kerangan itu juga diperiksa Kejati NTT kemarin.

Sejumlah tersangka kasus ini sudang menjalani persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Kupang. 

Kejati NTT menaksir kerugian negara mencapai 1,3 triliun rupiah akibat tindakan para tersangka yang mempejualbelikan tanah itu.

FERDINAND AMBO/FLORESA

PUBLIKASI TERKINI

Baca Juga

Begini Cara Buat Kandang Babi Sederhana, Tapi Bebas Bau dan Lalat

Floresa.co - Sebagian besar keluarga di Nusa Tenggara Timur (NTT) memelihara babi....

Walhi NTT Ingatkan Pemerintah Berhenti Khianati Mandat Cagar Biosfer TN Komodo

“TN Komodo yang telah berjalan 42 tahun gagal untuk menjalankan tiga mandat utama cagar biosfer yakni pelestarian keanekaragaman hayati/satwa, peningkatan kesejahteraan ekonomi rakyat dengan mekanisme ekonomi ramah lingkungan dan berkeadilan dan pemuliaan kebudayaan rakyat,” kata Walhi NTT

Polisi yang Kembali dari Labuan Bajo Usai Kawal Aksi Mogok Kecelakaan

Sumber Floresa.co di Waelengga mengatakan, bus bernomor polisi EB 7004 DK tersebut terbalik di Teku Teang, arah barat Waelengga sekitar pukul 20.00 Wita.

Potret Sejarah Manggarai dalam Sejarah Nusantara: Sebuah Studi Literatur

Catatan editor: Tulisan ini merupakan karya dari Vianney Andro Prasetyo, seorang...

Mengolah Kemiri Agar Harganya Selangit

Oleh: F RAHARDI Provinsi Nusa Tenggara Timur,khususnya Pulau Flores, Pulau Adonara, Pulau Solor...

Hari Pertama Aksi Mogok Pariwisata di Labuan Bajo: Pegiat Wisata Ditangkap dan Dipukuli Aparat, Situasi Mencekam

Suasana kota tidak ramai seperti biasanya, di mana bandara sepi dan pelabuhan tidak beroperasi. Wisatawan yang tiba di Bandara Komodo Labuan Bajo terpaksa dijemput dengan angkutan umum yang dikendarai polisi.

Babi Makin Tambun, Dompet Anda pun Bertambah Tebal

Floresa.co - Selain kandang, aspek yang tak kalah penting ketika memelihara babi...

Kacaunya Tata Kelola TN Komodo: Penuh Kepentingan Bisnis, Minim Aksi Konservasi, dan Menyisihkan Warga Setempat

Pengembangan konservasi dan pariwisata juga harus menjamin keikutsertaan aktif serta distribusi keadilan bagi warga di dalam dan sekitar kawasan. Harapannya, mata pencaharian mereka tidak dicaplok oleh kepentingan elit bisnis dan politik.