BerandaPERISTIWAMuhammad Achyar, Salah Satu...

Muhammad Achyar, Salah Satu Tersangka Kasus Dugaan Penggelapan Aset Pemda Mabar

Floresa.co – Teka-teki soal pengacara yang menjadi salah satu tersangka dalam kasus dugaan penggelapan aset Pemda Manggarai Barat terjawab setelah Muhammad Achyar  ikut diamankan pihak Kejaksaan.

Dalam foto dan video yang diperoleh Floresa.co, tampak Achyar didampingi oleh penyidik Kejaksaan diamankan di tahanan Rutan Salemba, Jakarta.

Achyar memang dikenal sebagai pengacara yang selama ini ikut mendampingi kliennya dalam kasus terkait tanah 30 hektar yang jadi polemik itu, yang oleh pihak Kejaksaan dinilai sebagai lahan milik Pemda Mabar.

Achyar bersama Gabriel Mahal – yang adalah iparnya –  pernah menjadi kuasa hukum Muhammad Adam Djudje, salah satu pihak yang juga mengklaim sebagai pemilik lahan itu.

Di lahan itu pernah dipajang plang bertuliskan “Dilarang masuk! Tanah ini milik H.M. Adam Djudje di bawa penguasaan dan pengawasan advokad/pengacara Gabriel Mahal, S.H & Muh. Achyar S.H.”

Achyar juga disebut-sebut pernah mengurus proses jual beli bidang lahan itu, dan menyeret nama tokoh nasional.

Selain Achyar, ada 15 tersangka lain yang diumumkan oleh pihak Kejati NTT pada hari ini, Kamis, 14 Januari 2020.

Dari jumlah itu, 13 di antaranya disebut berada di wilayah Mabar dan dua di Kupang.

Di antara 13 nama di Mabar, beberapa di antaranya adalah Bupati Agustinus Ch Dula dan Ketua Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Mabar, Hj Andi Riski  Nur Cahya – yang juga maju dalam Pilkada Mabar pada Desember lalu. Selain itu, ada juga warga asal Italia bernama Masimiliano yang disebut-sebut sudah menjadi Warga Negara Indonesia.

Veronika Syukur, yang disebut-sebut sebagai pemilik hotel di CF Komodo dan Cahaya Adrian di Labuan Bajo – yang sudah disita – dan dikabarkan pernah lama tinggal di Italia juga termasuk di antara para tersangka.

FERDINAND AMBO

PUBLIKASI TERKINI

Baca Juga

Wawancara Suster Virgula SSpS: “Percaya Sepenuhnya Kepada Tuhan”

Floresa.co - Nama Sr Virgula Schmitt SSpS (87) sangat akrab bagi...

KPK Tantang Gereja Katolik Audit Keuangan

Floresa.co - Seorang anggota senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menantang Gereja Katolik...

Begini Cara Buat Kandang Babi Sederhana, Tapi Bebas Bau dan Lalat

Floresa.co - Sebagian besar keluarga di Nusa Tenggara Timur (NTT) memelihara babi....

Babi Makin Tambun, Dompet Anda pun Bertambah Tebal

Floresa.co - Selain kandang, aspek yang tak kalah penting ketika memelihara babi...

Warga dan BPO-LBF dalam Polemik Bowosie: Hidup Rentan di Moncong Negara

"Membaca kasus Racang Buka, kita dapat menarik benang merah antara dominasi negara neoliberal dan penghancuran ruang hidup warga. Maraknya investasi sektor privat menunjukkan bahwa negara tidak lagi menjadi wadah penjamin kesejahteraan, tetapi malah menjadi racun bagi hidup warganya."

“Anak-anak Kami Lapar,” Keluh Petani di Manggarai Barat yang Terancam Gagal Tanam Karena Bendungan Rusak

Bendungan Wae Cebong merupakan sumber air bagi irigasi untuk ratusan hektar sawah di area Persawahan Satar Walang, milik warga Desa Compong Longgo, desa yang berjarak 14 kilometer ke arah selatan dari Labuan Bajo.

Mengolah Kemiri Agar Harganya Selangit

Oleh: F RAHARDI Provinsi Nusa Tenggara Timur,khususnya Pulau Flores, Pulau Adonara, Pulau Solor...

“Pak Jokowi, Bunuh Saja Kami,” Protes Warga Labuan Bajo yang Kembali Hadang Penggusuran Lahan oleh BPO-LBF

"Kami tidak sedang berdemontrasi, tetapi (sedang) pertahankan tanah kami," kata warga.