BerandaPERISTIWABupati Dula Jadi Tersangka...

Bupati Dula Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penggelapan Aset Tanah Pemda

Floresa.co – Bupati Manggarai Barat, Agustinus Ch Dula ditetapkan sebagai tersangka bersama belasan orang lainnya dalam kasus dugaan penggelapan aset tanah negara.

Ia merupakan salah satu dari total 16 orang tersangka yang ditetapkan oleh Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kejati NTT) terkait kasus tanah di Kerangan.

Adpidsus Kejati NTT, Muhamad Ilham Samudra mengatakan, dari 16 tersangka itu, 13 orang di antaranya ada di Manggarai Barat, 2 di Kupang dan 1 di Jakarta. Ia tidak merinci identitas mereka.

Pantauan Floresa.co, selain Dula, salah satu tersangka lain adalah Haja Andi Riski Nur Cahya yang sempat bertarung dalam pemilihan bupati dan wakil bupati Desember lalu.

Para tersangka sudah berangkat ke Kupang dari Bandara Komodo, didampingi tim penyidik. Dula tampak mengenakan baju berwarna orange.

Roy Riady, Ketua Tim Penyidik dari Kejati NTT mengatakan, meski sudah dibawa ke Kupang, Dula tidak langsung ditahan dan hanya diperiksa karena menunggu surat dari Menteri Dalam Negeri.

“Hari ini dia akan menjalani pemeriksaan sebagai tersangka didampingi kuasa hukumnya,” katanya.

Aset tanah yang menjadi objek masalah ini dinyatakan oleh Kejati NTT sebagai tanah milik Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat. Tanah itu ikut diklaim juga oleh sejumlah pihak lain, termasuk Muhammad Adam Djuje, salah seorang mantan pejabat di Kedaluan Nggorang, Labuan Bajo.

Dari temuan Kejati NTT yang menyelidiki kasus ini selama tahun lalu, didapati bahwa sebagian dari tanah itu sudah dijual, yang melibatkan banyak pihak, termasuk orang dalam di Kabupaten Mabar.

FERDINAND AMBO

PUBLIKASI TERKINI

Baca Juga

Wawancara Suster Virgula SSpS: “Percaya Sepenuhnya Kepada Tuhan”

Floresa.co - Nama Sr Virgula Schmitt SSpS (87) sangat akrab bagi...

Begini Cara Buat Kandang Babi Sederhana, Tapi Bebas Bau dan Lalat

Floresa.co - Sebagian besar keluarga di Nusa Tenggara Timur (NTT) memelihara babi....

Pastor John Prior: Vatikan Harus Buka Hasil Penyelidikan Kasus Moral Kaum Klerus

Floresa.co - Pastor John Mansford Prior SVD, dosen di Sekolah Tinggi...

“Anak-anak Kami Lapar,” Keluh Petani di Manggarai Barat yang Terancam Gagal Tanam Karena Bendungan Rusak

Bendungan Wae Cebong merupakan sumber air bagi irigasi untuk ratusan hektar sawah di area Persawahan Satar Walang, milik warga Desa Compong Longgo, desa yang berjarak 14 kilometer ke arah selatan dari Labuan Bajo.

Babi Makin Tambun, Dompet Anda pun Bertambah Tebal

Floresa.co - Selain kandang, aspek yang tak kalah penting ketika memelihara babi...

“Pak Jokowi, Bunuh Saja Kami,” Protes Warga Labuan Bajo yang Kembali Hadang Penggusuran Lahan oleh BPO-LBF

"Kami tidak sedang berdemontrasi, tetapi (sedang) pertahankan tanah kami," kata warga.

Warga dan BPO-LBF dalam Polemik Bowosie: Hidup Rentan di Moncong Negara

"Membaca kasus Racang Buka, kita dapat menarik benang merah antara dominasi negara neoliberal dan penghancuran ruang hidup warga. Maraknya investasi sektor privat menunjukkan bahwa negara tidak lagi menjadi wadah penjamin kesejahteraan, tetapi malah menjadi racun bagi hidup warganya."

Kami Cemas dan Takut Karena Proyek Ini Terus Dipaksakan, Kata Warga Wae Sano di Hadapan Bank Dunia

"Kami yakin bahwa Bank Dunia tidak ingin terlibat dalam proses pembangunan yang penuh dengan intimidasi dan potensi kekerasan,” demikian pernyataan warga.