BerandaPERISTIWAMobil Macet di Jalan...

Mobil Macet di Jalan Rusak, Ibu Hamil di Poco Ranaka – Matim Terpaksa Digendong Suami

Borong, Floresa.co – Sejumlah foto yang memperlihatkan seorang ibu hamil digendong seorang laki-laki dan terlihat sedang berhenti di pinggir jalan raya, viral di facebok pada Jumat, 8 Januari 2021.

Informasi yang dihimpun Floresa.co, wanita hamil itu ialah warga Pocong, Kecamatan Poco Ranaka, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), yang hendak ke RSUD Ben Mboi Ruteng, Kabupaten Manggarai, untuk bersalin.

Wanita itu terpaksa digendong suaminya lantaran mobil yang mereka tumpangi macet di salah satu titik pada ruas jalan Watu Cie-Tanggar-Deno, yang mereka lalui rusak parah.

Sang suami menggendong wanita tersebut dari dalam mobil menuju tempat yang lebih aman di pinggir jalan, karena istrinya itu merintih kesakitan.

Dalam salah satu foto tampak suami dari wanita hamil itu dibantu oleh sejumlah wanita muda – yang diketahui merupakan petugas medis – yang turut mengantar wanita tersebut menuju rumah sakit.

Mobil mengalami macet di jalan rusak. (Foto: FB Kae Benox).

Foto-foto itu pertama kali diunggah oleh akun facebook “Kae Benox” pada Jumat pagi, sekitar pukul 10.00 Wita.

Dalam postingan itu, akun “Kae Benox” menulis: “Semoga ema adak (penguasa atau pemerintah) memperhatikan ini…jlnx seharusx ditempu dlm 1 jam tapi molor 2 3 jam tragis…#smgt utk tenaga medis tetap setia  mendamping pasienx #jln watu cie-tanggar-deno.”

Postingan tersebut mendapat beragam respons dari netizen. Hingga Jumat siang, unggahan “Kae Benox” itu sudah puluhan kali dibagikan ke grup-grup facebook.

ARD/Floresa

PUBLIKASI TERKINI

Baca Juga

Rentetan Aksi Represif Aparat di Labuan Bajo: Warga di Kafe Diserang dan Dipukuli

Tindakan represif itu diawali dengan peringatan agar ratusan massa yang berkumpul di depan markas Polres Mabar segera membubarkan diri. Dimulai dengan tembakan peringatan, aparat melakukan penyerangan dengan memukul warga serta merusakkan beberapa kursi di dalam kafe.

Buntut Kenaikan Tarif ke TN Komodo, Pelayanan Jasa Wisata di Labuan Bajo akan Mogok Massal, Dimulai 1 Agustus 2022

“Kami dengan kesadaran penuh dan tanpa paksaan dari pihak manapun, dalam menyepakati komitmen pemberhentian semua pelayanan jasa pariwiata di Kabupaten Manggarai Barat yang akan dimulai pada tanggal 1 Agustus sampai 31 Agustus 2022,” demikian ditegaskan pelau wisata.

Mengapa Dirut BPOLBF Berani Klaim ‘Telah Sediakan 50 Destinasi Alternatif di Labuan Bajo’ Pada Momen Kenaikan Tarif ke TN Komodo?  

Pelaku wisata menduga bahwa salah satu alasan di balik kenaiktan tarif ini ialah karena laporan pihak BPOLBF yang mengklaim telah menyediakan 50-an destinasi alternatif di Labuan Bajo. Direktur BPOLF, Shana Fatina diduga memiliki peran dan berkepentingan di balik kebijakan kontroversi ini.

Jokowi Umumkan Pulau Rinca untuk Pariwisata Massal, Pulau Padar dan Komodo untuk Pariwisata Eksklusif

Skema ini mengancam keutuhan Taman Nasional Komodo sebagai rumah perlindungan aman bagi satwa langka Komodo dari ancaman kepunahan akibat perubahan iklim dan dari desakan aktivitas eksploitatif manusia. Dengan skema itu pula, telah terjadi perubahan drastis paradigma pembangunan pariwisata dari ‘community based-tourism’ menjadi ‘corporate-driven tourism’.

Komodo Dibawa ke Negara Lain, Bukan Hal Baru!

Labuan Bajo, Floresa.co - Penangkapan penyelundup Komodo di Jawa Timur (Jatim)...

Pelaku Wisata Kepung Hotel Local Collection, Tuntut Pembatalan Launching Kenaikan Tarif Masuk TN Komodo

Aksi massa ini adalah bagian dari rangkaian agenda penolakan kenaikan tarif masuk TN Komodo dengan sistem Wildlife Komodo dalam aplikasi INISA yang secara resmi diluncurkan 29 Juli dan akan berlaku mulai 1 Agustus 2022.

Perusahaan-perusahaan yang Pernah dan Masih Mengantongi Izin Investasi di Taman Nasional Komodo  

Selama sekitar dua dekade terakhir, Taman Nasional Komodo menjadi bancakan investor untuk mengais rupiah. Meskipun berstatus wilayah konservasi binatang purba komodo, namun perusahaan-perusahaan masih mendapat izin investasi.

Pemda Mabar Surati KLHK, Desak Tinjau Kebijakan ‘Kenaikan Tarif ke TN Komodo’  

“Berdasarkan tuntutan masyarakat pelaku industri pariwisata yang tergabung dalam Formapp-Mabar dan untuk mendukung pengelolaan pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan, maka Pemda Mabar memohon untuk mempertimbangkan dan menunjau kembali rencana pembatasan kuota dan kenikan tarif masuk sebesar 3.750.000 rupiah per orang per tahun,” demikian bunyi surat itu.