Pasanga Calon Bupati dan Wakil Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi-Yulianus Weng bersama isteri masing-masing saat bertemu Uskup Ruteng, Mgr. Siprianus Hormat. Pasangan yang populer dengan sebutan Edi-Weng ini mengatakan, jika terpilih dalam Pilkada 9 Desember 2020, mereka akan memberi perhatian serius pada pembenahan layanan di bidang kesehatan. (Foto: Ist)

Floresa.coPerkembangan Labuan Bajo, ibukota Kabupaten Manggarai Barat (Maba) yang terus menggeliat di bidang pariwisata perlu didukung oleh ketersediaan infrastruktur pendukung dan pelayanan yang maksimal.

Menurut Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati, Edistasius Endi dan Yulianus Weng, salah satu sektor yang wajib mendapat perhatian prioritas adalah di bidang kesehatan.

Edi mengatakan, ada dua hal penting yang akan mendapat perhatian serius jika mereka terpilih dalam Pilkada 9 Desember mendatang, yakni membangun pelayanan yang unggul serta tepat sasaran dan pembangunan infrastruktur kesehatan.

“Pelayanan yang unggul adalah dengan program ambulans gratis, pengobatan gratis dan dan dokter masuk desa,” katanya, Senin, 9 November 2020.

Edi-Weng, kata dia, juga akan meningkatkan pelayanan di semua balai kesehatan.

Di Puskesmas yang belum memiliki tempat untuk rawat inap, jelasnya, akan segera dibangun ruang rawat inap.

“Kami juga mengagendakan satu dokter satu desa, yang membantu peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat di Mabar,” katanya.

Edi  mengatakan, mereka juga merasa membangun rumah sakit rujukan bertaraf internasional sebagai hal yang mendesak.

“Sebagai wilayah pariwisata super premium, di mana wisatawan datang dari berbagai negara, sudah saatnya Mabar harus memiliki rumah sakit rujukan bertaraf internasional,” katanya.

Edi mengatakan, selain  tentu saja untuk melayani para wisatawan, rumah sakit itu juga untuk melayani semua masyarakat Mabar.

Dengan tersedianya rumah sakit seperti itu, yang dilengkapi beragam fasilitas, ia berharap, ke depan warga dari Mabar dan daerah lain di sekitar tidak lagi ke Bali atau Jawa untuk berobat.

“Selama ini penderita penyakit jantung, ginjal, kanker, tumor dan lainnya harus berobat keluar daerah dan merogoh kocek yang tidak sedikit,” kata Edi.

Bagi masyarakat yang tidak mampu, jelasnya, Pemda akan menyiapkan insentif.

Tidak hanya itu keistimewaan yang bisa dinikmati masyarakat Mabar, karena kata dia, Pemda juga akan menyiapkan penginapan bagi keluarga pasien.

Edi mengatakan, untuk mendukung rencana itu, tentu yang pasti akan disiapkan adalah dokter spesialis dan tenaga medis lainnya dengan beasiswa.

“Pemberian beasiswa kepada tenaga-tenaga kesehatan, baik untuk dokter spesialis maupun nurse bagi perawat juga akan menjadi tanggung jawab Edi-Weng dengan memanfaatkan APBD,” katanya.

Ia menegaskan, mereka menargetkan mewujudkan berbagai rencana ini dalam satu tahun masa kerja.

FLORESA