Direktur BOP Labuan Bajo Flores, Shana Fatina berjalan menuju helikopter yang mendarat di Pulau Padar, Senin, 7 September 2020. (Foto: IStimewa).

Labuan Bajo, Floresa.co – Pemandangan langka terjadi di wilayah Taman Nasional Komodo (TNK) pada Senin, 7 September 2020. Meski berstatus wilayah koservasi, namun, sebuah helikopter melintas dan mendarat bebas di Pulau Padar, salah satu pulau di wilayah itu.

Kepala Balai Taman Nasional Komodo (BTNK), Lukita Awang mengatakan, penerbangan helikopter itu dalam rangka uji kelayakan landasan helikopter atau heliped di pulau itu.

“Helikopter sedang uji kelayakan heliped di Padar, dalam rangka simulasi bencana,” kata Awang saat dikonfirmasi Floresa.co, Senin, 7 September  2020.

Namun, Awang tidak menjelaskan lebih lanjut terkait mitigasi bencana yang dimaksud walaupun sudah ditanyakan Floresa.co.

Dirinya juga tidak memberikan komentar usai ditanyakan apakah penerbangan helikopter itu tidak mengganggu ekosistem TNK.

Aktivitas itu menuai rekasi dari pelaku para pelaku wisata. Jimmy Remigius Tali, guide yang tinggal di Labuan Bajo, misalnya, melalui akun facebooknya mengungkapkan kekecewaanya.

“Kalau melihat drone yang beterbangan di Pulau Padar, tidak menjadi hal baru untuk saya karena saya sering melihat para tamu yang sudah mendapatkan ijin untuk menerbangkan drone di sana. Tapi, kali ini saya mendapatkan video ini, ternyata ada drone yang lebih besar alias helicopter di Pulau Padar,” tulisnya pada postingan video penerbangan helikopter itu di akun facebooknya.

Ia sendiri tidak yakin, aktivitas itu tidak akan mengganggu ekosistem TNK sebagai wilayah koservasi.

“Yang menjadi pertanyaan, apakah ekosistem daerah konservasi tidak terganggu oleh kegiatan tersebut?” tambahnya.

Informasi yang dihimpun Floresa.co, helikopter bertuliskan BNPB itu ditumpangi oleh beberapa orang, salah satunya ialah Direktur Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOP LBF), Shana Fatina.

“Tanggal 7 septetember (hari ini), hanya Direktur BOP yang familiar wajahnya. Yang lain tidak tau,” kata sumber Floresa.co yang yang tidak ingin disebutkan namnya.

“Banyak tamu di sekitar tempat landing helikopter itu. Benar-benar tidak menghargai wisatawan yang sedang berada di situ,” keluh sumber itu.

Ia menambahkan, sebelumnya, pada Jumat, 2 September 2020, helikopter juga melintas di wilayah itu, namun tidak sempat mendarat.

Sementara, Shana Fatina menyatakan, penerbangan helikopter itu dalam rangka uji coba evakuasi keselamatan dari Badan Nasional Penanggunalan Bencana (BNPB).

“(Program) BNPB. Tapi sebenarnya bagian dari persiapan simulasi protokol safety dan security Labuan Bajo,” ujarnya Selasa, 8 September 2020.

Terkait dengan kekhawatiran penerbangan helikopter di wilayah itu akan mengganggu ekosistem TN Komodo, Shana beralasan, “penggunaan area itu untuk helikopter karena kondisi emergency tidak apa-apa, tapi perlu pertimbangan.”

ARJ/Floresa