BerandaPOLITIKGolkar Hampir Pasti Batal...

Golkar Hampir Pasti Batal Usung Kader di Pilkada Mabar

Floresa.coPartai Golkar hampir pasti batal mengusung kader sendiri di Pilkada Mabar, meski partai itu termasuk partai dengan jumlah kursi lumayan banyak di DPRD Mabar.

Belasius Jeramun, Anggota DPRD Mabar dari Fraksi Golkar yang sebelumnya berniat maju mengatakan membatalkan niatnya dan menyerahkan sepenuhnya kepada DPP partai terkait arah dukungan politik.

“Saya sudah tidak (maju) lagi, kandas sudah, karena tidak ada partai tambahan,” katanya.

Ia menyatakan, mereka akan koalisi dengan paket yang sudah ada saat ini, namun belum bisa memastikan paket yang didukung.

“Awalnya DPP minta koalisi dengan PDIP, tetapi rupanya mereka sudah lengkap,” katanya.

Meski demikian, Belasius mengatakan, masih ada peluang bagi kader Golkar lain, Mateus Hamsi untuk bisa maju.

“Kalau saja Pak Mateus Hamsi mampu mendapatkan tambahan 3 kursi selain Golkar, ya bisa saja dukungan itu ke Pa Mateus,” katanya, sambil menambahkan bahwa beberapa waktu lalu ia dan Mateus sama-sama menghadap DPP.

Sementara Ketua DPW Partai Golkar NTT, Melki Laka Lena melalui pesan WhatsApp mengatakan SK untuk mengusung kandidat Pilkada Mabar belum final.

“Masih proses di DPP,” katanya.

Saat ini sudah beberapa kandidat dikabarkan sudah mendapatkan Parpol dukungan.

Paket Edi Endi –  Yulianus Weng diusung Partai Nasdem (5 kursi), PBB (1 kursi) dan PKPI (1 kursi).

Sementara Andreas Garu – Anggalus Gapul diusung PAN dan Hanura yang masing-masing memiliki 3 kursi.

Pasangan Ferdi Pantas – Haja Andi Risky Nur Cahya diusung PKS (2 kursi), PPP (1 kursi) dan Demokrat (3 kursi). 

Sementara pasangan Maria Geong – Silverius Syukur diusung PDIP (3 kursi), Gerindra (1 kursi) dan Perindo (1 kursi). Pasangan ini masih kekurangan satu kursi lagi untuk memenuhi syarat minimal 6 kursi.

Sedangkan pasangan Abdul Asis – Andreas Jemalu mengantongi dukungan dari PKB, dengan jumlah 3 kursi.

FERDINAND AMBO/FLORESA

PUBLIKASI TERKINI

Baca Juga

“Pak Jokowi, Bunuh Saja Kami,” Protes Warga Labuan Bajo yang Kembali Hadang Penggusuran Lahan oleh BPO-LBF

"Kami tidak sedang berdemontrasi, tetapi (sedang) pertahankan tanah kami," kata warga.

Begini Cara Buat Kandang Babi Sederhana, Tapi Bebas Bau dan Lalat

Floresa.co - Sebagian besar keluarga di Nusa Tenggara Timur (NTT) memelihara babi....

Warga dan BPO-LBF dalam Polemik Bowosie: Hidup Rentan di Moncong Negara

"Membaca kasus Racang Buka, kita dapat menarik benang merah antara dominasi negara neoliberal dan penghancuran ruang hidup warga. Maraknya investasi sektor privat menunjukkan bahwa negara tidak lagi menjadi wadah penjamin kesejahteraan, tetapi malah menjadi racun bagi hidup warganya."

“Pariwisata Holistik” Keuskupan Ruteng: Antara Kata dan Perbuatan

Keuskupan Ruteng sedang gencar mensosialisasikan konsep pariwisata holistik. Bagaimana sikap Keuskupan Ruteng terhadap sejumlah persoalan krusial yang dinilai berlawanan arah dengan prinsip pariwisata holistik itu?

“Anak-anak Kami Lapar,” Keluh Petani di Manggarai Barat yang Terancam Gagal Tanam Karena Bendungan Rusak

Bendungan Wae Cebong merupakan sumber air bagi irigasi untuk ratusan hektar sawah di area Persawahan Satar Walang, milik warga Desa Compong Longgo, desa yang berjarak 14 kilometer ke arah selatan dari Labuan Bajo.

Babi Makin Tambun, Dompet Anda pun Bertambah Tebal

Floresa.co - Selain kandang, aspek yang tak kalah penting ketika memelihara babi...

Motang Rua: Kisah Heroik Pahlawan Manggarai (1)

Floresa.co - Nama Motang Rua, yang lahir tahun 1860, sudah tak...

Mengolah Kemiri Agar Harganya Selangit

Oleh: F RAHARDI Provinsi Nusa Tenggara Timur,khususnya Pulau Flores, Pulau Adonara, Pulau Solor...