Ilustrasi

Floresa.co – Sebelum diketahui positif Covid-19 dan akhirnya meninggal dunia, RJ (57), sempat kontak erat dengan 12 petugas kesehatan di RS St. Rafael Cancar, demikian menurut Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Manggarai.

Pasien asal Cireng, Desa Poco Likang, Kecamatan Ruteng, Manggarai itu disebut enggan mengaku dirinya sebagai pelaku perjalanan dari daerah terpapar ketika ia mendatangi rumah sakit swasta itu.

Lodovikus Moa, juru bicara Satgas mengatakan, saat datang memeriksakan diri di klinik rumah sakit tersebut pada Rabu, 19 Agustus pagi, RJ memang mengeluh kelelahan dan sesak napas.

Karena itu, para petugas bertanya, apakah ia memiliki riwayat perjalanan dari daerah terpapar Covid-19.

“Saat itu, pasien tidak mengaku kalau dia punya riwayat perjalanan dari daerah terpapar corona. Dia malah bilang, dia kelelahan karena petik cengkeh di kebunnya,” ujar Lodovikus, Kamis sore, 20 Agustus.

Karena jawaban itu, kata dia, petugas menanganinya tanpa standar protokol Covid-19.

“Kecurigaan petugas muncul ketika selama di rumah sakit tersebut, keluhan sesak napasnya bertambah. Petugas pun kembali menanyakan riwayat perjalanan RJ dan saat itulah ia jujur mengakui bahwa dirinya baru datang dari Balikpapan, Kalimantan Timur seminggu sebelumnya,” kata Ludovikus.

Mendengar pengakuan RJ, barulah petugas menggunakan standar protokol penanganan pasien Covid-19.

RJ lalu menjalani rapid test, namun hasilnya negatif. Selanjutnya dokter melakukan rontgen, di mana hasil rontgen tersebut menunjukkan gejala mirip Covid-19.

Karena itu, pada Rabu siang, dokter memutuskan untuk merujuknya ke RSUD dr Ben Mboi Ruteng.

Selanjutnya di rumah sakit second line penanganan Covid-19 yang sudah dilengkapi laboratorium Polymerase Chain Reaction (PCR) itu, pasien menjalani rapid test dan hasilnya reaktif.

Karena hasil itu, petugas mengambil sampel swap untuk diperiksa, di mana hasilnyamenunjukkan RJ terkonfirmasi positif Covid-19.

Ia kemudian diisolasi sambil menjalani perawatan, hingga kemudian pada Kamis pagi ia menghembuskan nafas terakhirnya.

Ludovikus mengatakan, 12 petugas medis di RS St. Rafael yang sempat kontak dengan RJ, yang terdiri dari dokter, perawat, dan petugas laboratorium, menjalani rapid test pada Jumat esok.

Berdasarkan penelusuran Satgas, RJ berangkat dari Balikpapan pada 11 Agustus dan sempat bermalam di Surabaya, sebelum keesokan harinya meneruskan penerbangan ke Labuan Bajo.

Dari Labuan Bajo, ia ke kampungnya menggunakan kendaraan travel.

YOHANES/FLORESA