BerandaARTIKEL UTAMAMenteri PUPR Berkunjung, Elemen...

Menteri PUPR Berkunjung, Elemen Sipil Labuan Bajo Demo Tolak Proyek Sarpras di TN Komodo

Labuan Bajo, Floresa.co – Elemen sipil di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), NTT menggelar demonstrasi menolak proyek Sarana dan Prasarana (Sarpras) di Loh Buaya, Pulau Rinca, Taman Nasional Komodo (TNK) Kamis, 6 Agustus 2020.

Demonstrasi yang melibatkan Forum Masyarakat Peduli Pariwisata Manggarai Barat (Formapp Mabar), HPI Mabar, Awstar, Pamuda Komodo, Pemuda Rinca, Apel dan lainnya itu digelar menyusul kunjungan menteri PUPR, Basuki Hadimuljono ke Labuan Bajo sehari sebelumnya pada Rabu 5 Agustus.

“Informasinya, hari ini ada peletakan batu pertama pembangunan Sarpras di Loh Buaya Pulau Rinca. Tetapi, menterinya sudah datang kemarin dan langsung pulang,” kata salah satu anggota HPI, Leo Embu kepada Floresa.co di titik kumpul aksi.

Baca: Pak Jokowi, Kapan Bubarkan BOP LBF?

Menteri Basuki sendiri tiba di Labuan Bajo pada Rabu pukul 14.55 Wita lalu langsung menunjau beberapa lokasi proyek PUPR di kota Labuan Bajo.

Leo menduga, rombongan menteri sengaja mempercepat kunjungan karena mengetahui agenda demonstrasi penolakan masyarakat Labuan Bajo terhadap rencana tersebut.

Namun, dalam rundown agenda kunjungan Menteri Hadimuljo, tidak ada peletakan batu pertama Sarpras di Loh Buaya, Pulau Rinca.

Baca: Esok, Masyarakat Labuan Bajo Gelar Demonstrasi Tolak Pembangunan Geopark di Pulau Rinca 

“Sejak kapan kunjungan menteri begitu cepat. Datang lalu langsung pulang. Tidak nginap di Labuan Bajo,” terangnya.

Pantauan Floresa.co, sekitar pukul 09.50 Wita, massa aksi sudah bersiap-siap di titik kumpul di Pasar Baru, Labuan Bajo.

Sementara itu, Ketua Formapp Mabar,Aloysius Suhatim Karya mengatakan, langkah Kementerian PUPR dan LHK sudah sangat mencederai prinsip konservasi.

“Jangan menginjak-injak kami orang Flores. Kami tolak pembangunan Sarpras itu,” tegasnya.

ARJ/Floresa

PUBLIKASI TERKINI

Baca Juga

Begini Cara Buat Kandang Babi Sederhana, Tapi Bebas Bau dan Lalat

Floresa.co - Sebagian besar keluarga di Nusa Tenggara Timur (NTT) memelihara babi....

Walhi NTT Ingatkan Pemerintah Berhenti Khianati Mandat Cagar Biosfer TN Komodo

“TN Komodo yang telah berjalan 42 tahun gagal untuk menjalankan tiga mandat utama cagar biosfer yakni pelestarian keanekaragaman hayati/satwa, peningkatan kesejahteraan ekonomi rakyat dengan mekanisme ekonomi ramah lingkungan dan berkeadilan dan pemuliaan kebudayaan rakyat,” kata Walhi NTT

Mengolah Kemiri Agar Harganya Selangit

Oleh: F RAHARDI Provinsi Nusa Tenggara Timur,khususnya Pulau Flores, Pulau Adonara, Pulau Solor...

Motang Rua: Kisah Heroik Pahlawan Manggarai (1)

Floresa.co - Nama Motang Rua, yang lahir tahun 1860, sudah tak...

Potret Sejarah Manggarai dalam Sejarah Nusantara: Sebuah Studi Literatur

Catatan editor: Tulisan ini merupakan karya dari Vianney Andro Prasetyo, seorang...

Polisi yang Kembali dari Labuan Bajo Usai Kawal Aksi Mogok Kecelakaan

Sumber Floresa.co di Waelengga mengatakan, bus bernomor polisi EB 7004 DK tersebut terbalik di Teku Teang, arah barat Waelengga sekitar pukul 20.00 Wita.

Babi Makin Tambun, Dompet Anda pun Bertambah Tebal

Floresa.co - Selain kandang, aspek yang tak kalah penting ketika memelihara babi...

Hari Pertama Aksi Mogok Pariwisata di Labuan Bajo: Pegiat Wisata Ditangkap dan Dipukuli Aparat, Situasi Mencekam

Suasana kota tidak ramai seperti biasanya, di mana bandara sepi dan pelabuhan tidak beroperasi. Wisatawan yang tiba di Bandara Komodo Labuan Bajo terpaksa dijemput dengan angkutan umum yang dikendarai polisi.