RSUD dr Ben Mboi Ruteng/Floresa

Ruteng, Floresa.co – Pemerintah Kabupaten Manggarai, NTT telah melengkapi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Ben Mboi Ruteng dengan laboratorium Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk memudahkan pemeriksaan virus corona.

Namun laboratorium tersebut belum bisa digunakan karena belum dilengkapi dengan biosafety cabinet. Biosafety cabinet berfungsi sebagai pelindung petugas saat melakukan pemeriksaan spesimen swab.

“Ada satu yang belum kita miliki namanya biosafety cabinet untuk melindungi petugas yang melakukan pemeriksaan,” jelas Direktur RSUD dr Ben Mboi, Veronika Jelulut.

Selain kendala pelindung petugas, laboratorium tersebut belum mengantongi izin dari Dinas Kesehatan Provinsi NTT.

“Bagaimana pun semua yang namanya pemeriksaan di fasilitas kesehatan, standarnya, legalitasnya harus ada jadi dari Dinkes. Sudah ajukan ke Dinkes Provinsi (NTT) terkait dengan penunjukan laboratorium rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan itu,” ujarnya.

Ia mengatakan rumah sakit tersebut sudah menyiapkan sejumlah petugas untuk pelayanan pemeriksaan swab. Mereka sudah menjalani training oleh dokter ahli.

“Petugas kita juga kemarin sudah on the job training oleh dokter spesialis yang dari Kupang. Hanya saja untuk pelaksanaan pemeriksaan, keamanan dari petugas itu juga harus terjamin,” jelas Veronika.

Meski demikian, ia memastikan, pemeriksaan spesimen swab corona bisa berjalan sejak September 2020. Mengingat belum beroperasinya laboratorium tersebut, maka hingga saat ini spesimen swap pasien di Manggarai masih dilakukan di laboratorium biomolekuler RSUD dr WZ Johanes Kupang.

Adapun spesimen swap tenggorok yang dikirim ke RSUD dr WZ Johanes Kupang, termasuk milik sembilan pasien reaktif rapid test yang kini dikarantina di Stadion Golo Dukal Ruteng. 

Yohanes/Floresa