Bernadus Nuel, (Foto: Voxntt.com)

Floresa.co – Fraksi Partai Hanura telah meminta klarifikasi dari Bernadus Nuel, Wakil Ketua 1 DPRD Matim terkait rekaman suaranya yang memaki dan mengancam membunuh mahasiswa, Saverius Jena – hal yang dipicu oleh perdebatan di Facebook terkait program pemerintah.

“Tadi pagi kami sudah mendengarkan penjelasan beliau soal kronologisnya,” kata Ketua Fraksi Hanura DPRD Matim, Rikardus Runggat, dalam wawancara dengan Floresa.co, Senin siang, 6 Juli 2020.

Ia mengatakan, dalam klarifikasi itu, Bernadus mengakui bahwa rekaman suara yang kini viral itu betul suaranya.

Meski demikian, lanjutnya, pihaknya tidak bisa memberi suatu keputusan yang menyatakan bahwa Bernadus bersalah atau benar.

“Kami di fraksi, ketika kami dengar pernyataan beliau dan mengakui itu, selalu mengawalinya dengan kata, ada asap karena ada api, karena ada api pasti ada asap,” ujarnya.

“Kami di fraksi selalu menganalisis dari hal itu, sehingga kami ambil suatu kesimpulan tadi bahwa kami menyerahkan sepenuhnya untuk urusan selanjutnya di partai. Baik itu di tingkat DPC, DPD dengan DPP, sehingga kami serahkan sepenuhnya ke sana,” imbuhnya.

Ia mengatakan, dalam rapat internal tersebut, Fraksi Hanura bersepakat untuk meminta Nadus menyampaikan permohonan maaf kepada Save dan keluarga besarnya, serta seluruh masyarakat Manggarai Timur yang merasa dirugikan oleh pernyataan Nadus.

“Permintaan maaf itu disampaikan melalui media massa, dalam arti pers, bukan media sosial seperti Facebook,” katanya.

Selain itu, kata dia, Fraksi Hanura juga meminta kepada Nadus agar tidak mengulangi lagi perbuatan yang sama.

Menurut Rikar, dalam rapat internal yang dijadwalkan pukul 08.30 Wita itu, Nadus tidak hadir karena sedang berada di Kupang.

“Klarifikasinya per telepon karena beliau katanya sedang berada di Kupang karena dipanggil mendadak oleh ketua DPD Provinsi Partai Hanura,” katanya.

Ia menambahkan, pihaknya tidak tahu persis agenda pemanggilan Nadus oleh Ketua DPD Hanura NTT tersebut.

RO/Floresa