Ben Isidorus, anggota DPRD NTT dari Fraksi Hanura. (Foto: Ist)

Floresa.co – Merespons polemik tambang batu gamping dan pabrik semen di Desa Satar Punda, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) meminta Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat untuk mengkaji kembali hal itu.

Juru bicara Fraksi Partai Hanura, Ben Isidorus mengatakan, mereka telah menyampaikan hal itu secara langsung kepada gurbernur melalui pandangan fraksi saat sidang paripurna DPRD NTT pada Rabu malam, 3 Juni 2020.

Ben yang membacakan pandangan fraksi dalam sidang tersebut mengatakan, Kampung Lingko Lolok yang akan menjadi lokasi tambang dan Kampung Luwuk yang akan menjadi lokasi pabrik semen merupakan bagian dari kawasan karst.

Kawasan karst tersebut, jelasnya, yang ditetapkan dalam SK Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) merupakan bagian dari ekosistem yang menyimpai air bawah tanah dan tempat tinggal berbagai jenis flora dan fauna langka.

“Karena itu, kawasan karst tidak boleh dieksploitasi. Jika dipaksakan untuk dieksploitasi maka ekosistem berupa tanki raksasa penyimpan air bawah tanah itu akan rusak dan berbagai jenis flora dan fauna langka akan punah,” katanya kepada Floresa.co, Kamis.

Selain itu, rencana mendirikan pabrik semen baru di Indonesia dinilai belum layak, karea  produksi semen di Indonesia saat ini mengalami melebih permintaan pasar atau over supply.

Dari total produksi, kata dia, hanya kurang lebih 65 persen yang terserap oleh pasar.

Selain produksi semen dalam negeri, jelasnya, ada juga semen impor dengan harga lebih kompetitif.

Politisi asal Manggarai itu menambahkan, di Luwuk dan Lingko Lolok masih ada warga yang menolak kehadiran investor.

Meski mereka tak sebanding dengan kelompok yang mendukung investasi tersebut, kata dia, mereka tidak serta merta diabaikan haknya, apalagi pihak Gereja Katolik melalui JPIC Keuskupan, JPIC SVD dan JPIC Fransiskan menolak investasi tersebut.

“Karena itu, kami minta Gubernur NTT untuk mendengarkan berbagai aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat dan Gereja Katolik,” kata Ben.

YOHANES/FLORESA