Ilustrasi

Floresa.coSekitar 5.000 buruh migran asal Provinsi NTT yang selama ini bekerja di luar negeri akan segera kembali ke provinsi tersebut.

Dalam konferensi pers di Kupang, Marius Ardu Jelamu, Kepala Biro Humas NTT mengatakan, informasi tersebut disampaikan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dalam rapat dengan para bupati dan walikota pada Selasa, 26 Mei 2020.

Pulangnya para buruh migran tersebut, kata dia, adalah efek dari pandemi Covid-19.

Demi memastikan agar kedatangan mereka aman, kata dia, pemerintah akan menerapkan kebijakan karantina bagi mereka.

“Para bupati/walikota menyiapkan tempat karantina bagi para pekerja migran untuk dilakukan kontrol dan pemeriksaan kesehatan,” katanya.

Ia menjelaskan, karantina itu dilakukan selama 14 hari sesuai prosedur yang berlaku untuk mereka yang baru tiba dari wilayah zona merah atau daerah terpapar Covid-19.

Buruh migran asal NTT kebanyakan bekerja di Malaysia dan negara Asia lainnya, yang seperti halnya Indonesia, masih berjuang menghadapi pandemi Covid-19.

ARL/FLORESA