Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Yulianus Weng/ist

Ruteng, Floresa.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai, NTT akan tetap merawat pasien 01 di Ruteng, tidak dirujuk ke RSUD Komodo di Labuan Bajo, Manggarai Barat, yang ditetapkan sebagai rumah sakit rujukan pasien Covid-19 oleh Pemerintah Pusat.

Sebelumya diberitakan satu orang warga Manggarai terkonfirmasi positif corona berdasarkan hasil tes swab di Kupang. Pasien 01 ini adalah pembantu dari majikan yang mengikuti kegiatan keagamaan di Gowa, Maret lalu. Ia diketahui berasal dari Poka, berusia 27 tahun.

“Kita tidak rujuk (ke RSUD Komodo). Kemungkinan kita tetap rawat beliau di Ruteng karena kondisinya baik-baik saja saat ini. Malam ini kita akan rapat dengan pihak rumah sakit. Dan lokasi perawatan tetap di lokasi karantina di Wisma Atlet,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Yulianus Weng, kepada Floresa.co, Minggu malam.

Weng mengatakan pasien 01 tetap dirawat di Wismat Atlet Golo Dukal untuk menghindari kontak dengan pasien lain di RSUD dr Ben Mboi. Menurutnya, saat ini RSUD dr Ben Mboi sedang merawat satu orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) asal Kabupaten Manggarai Timur.

“Pasien PDP asal Welak, Manggarai Barat sudah sembuh. Tetapi kita tidak mau rawat pasien positif di lokasi yang sama untuk menjaga-jaga,” kata Weng.

Menurut Weng, selama ini pasien 01 yang sudah terkonfirmasi positif telah menjalani karantina selama 21 hari.

Weng juga memastikan bahwa pasien yang positif itu merupakan pembantu dari majikannya yang merupakan Cluster Gowa.

Baca:Pasien Positif Covid-19 Pertama di Manggarai Adalah Pembantu dari Majikan Cluster Gowa

Hasil tes swab dari majikan laki-laki yang ke Gowa Maret lalu hingga kini belum keluar. Sementara istri dari majikan itu bersama 8 orang anggota keluarga yang tinggal satu rumah statusnya negatif corona berdasarkan rapid test.

Tren jumlah kasus Covid-19 di NTT/Floresa

Demikian juga suami dari pasien 01. Hasil tes swab terkonfirmasi negatif.

“Hasil lab dari suami pasien itu sendiri negatif dan dikirim 8 Mei lalu dan swab-nya juga negatif. Secepatnya kita lakukan tes lagi untuk memastikan kondisi lanjutan pasien itu (pasien 01) sendiri juga suaminya,” ujar Weng.

Menurut Weng, pasien 01  selama ini sudah pernah melakukan perjalanan ke tempat orang tuanya di Lalong Kecamatan Wae Ri’i.

Ia diketahui sudah menikah dan tinggal di Poka, kecamatan Wae Ri’i.

“Secepatnya kita lakukan tracking dimana saja pasien itu berkunjung selama ini,” ujarnya.

Ferdinand Ambo/Floresa