BerandaARTIKEL UTAMAPer 16 Mei, Kasus...

Per 16 Mei, Kasus Positif Covid-19 di NTT Jadi 59: Terbanyak di Sikka, Kota Kupang dan Mabar

Floresa.co – Per Sabtu, 16 Mei 2020, jumlah kasus positif Covid-19 di Provinsi NTT menjadi 59, setelah ada tambahan 12 kasus baru.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, drg. Dominikus Mere mengatakan dalam konferensi pers di Kupang, Sabtu siang, 12 kasus baru itu berdasarkan hasil tes swab di RSUD WZ Yohanes Kupang.

“Ada penambahan 12 orang positif Covid-19 di NTT, yakni 9 orang dari Kabupaten Sikka Cluster KM Lambelu, 2 dari Kabupaten Sumba Timur Cluster STT Sangkakala Jakarta, dan 1 dari Kota Kupang Cluster  Sukabumi,” ujarnya.

Dengan adanya penambahan ini, Kabupaten Sikka tercatat memiliki jumlah kasus terbanyak, yakni 21, disusul Kota Kupang 15 kasus dan Manggarai Barat 12 Kasus.

Berikut adalah daftar lengkapnya:

1. Kabupaten Sikka: 21 kasus

2. Kota Kupang: 15 kasus (6 dinyatakan sembuh, 1 meninggal dunia)

3. Kabupaten Manggarai Barat: 12 kasus

4. Kabupaten Sumba Timur: 4 kasus

5. Kabupaten TTS: 2 kasus

6. Kabupaten Rote Ndao: 2 kasus

7. Kabupaten Flores Timur: 1 kasus

8. Kabupaten Nagekeo: 1 kasus

9. Kabupaten Ende: 1 kasus

ARL/FLORESA

PUBLIKASI TERKINI

Baca Juga

Polisi yang Kembali dari Labuan Bajo Usai Kawal Aksi Mogok Kecelakaan

Sumber Floresa.co di Waelengga mengatakan, bus bernomor polisi EB 7004 DK tersebut terbalik di Teku Teang, arah barat Waelengga sekitar pukul 20.00 Wita.

Terkait Aksi Represif di Labuan Bajo, PMKRI dan GMNI Desak Kapolri Copot Kapolda NTT dan Kapolres Mabar

"Kedua petinggi institusi kepolisian ini telah mempermalukan institusi Polri dengan memerintahkan anak buahnya melakukan tindakan represif," tegas PMKRI dan GMNI.

Hari Pertama Aksi Mogok Pariwisata di Labuan Bajo: Pegiat Wisata Ditangkap dan Dipukuli Aparat, Situasi Mencekam

Suasana kota tidak ramai seperti biasanya, di mana bandara sepi dan pelabuhan tidak beroperasi. Wisatawan yang tiba di Bandara Komodo Labuan Bajo terpaksa dijemput dengan angkutan umum yang dikendarai polisi.

Kacaunya Tata Kelola TN Komodo: Penuh Kepentingan Bisnis, Minim Aksi Konservasi, dan Menyisihkan Warga Setempat

Pengembangan konservasi dan pariwisata juga harus menjamin keikutsertaan aktif serta distribusi keadilan bagi warga di dalam dan sekitar kawasan. Harapannya, mata pencaharian mereka tidak dicaplok oleh kepentingan elit bisnis dan politik.

Aksi Mogok Hari Kedua: Satu Pelaku Wisata Jadi Tersangka, Pemerintah Pakai Mobil Dinas Angkut Wisatawan

Upaya para pelaku wisata melakukan aksi damai untuk menyuarakan protes kepada pemerintah dilarang aparat, dengan dalih bahwa aksi mereka tidak diizinkan karena mengganggu ketertiban dan keamanan masyarakat. Hingga sore ini, masih terdapat tiga pelaku wisata yang ditahan di Polres Mabar, sejak ditangkap kemarin. Salah satunya sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Puluhan Pelaku Wisata Masih Ditahan di Polres Mabar, 6 Mengalami Luka

“Enam orang [di antaranya] mengalami luka yang kelihatan pada tubuh dan wajah dan 4 orang mengalami sakit di kepala dan punggung yang [menurut] pengakuan mereka merasa dipukul dan ditendang dari belakang,” kata pengacara.

Tanggapi Mogok Massal di Labuan Bajo Lewat Himbauan di Medsos, Menteri Pariwisata Dikritik Keras

“Pak @Saindiuno, yang terjadi di L Bajo, pemerintah pakai dalih konservasi, itu pun tidak masuk akal, padahal sebenarnya mau invasi investasi ke TNK. Jangan tipu masyarakat...”

Walhi NTT Ingatkan Pemerintah Berhenti Khianati Mandat Cagar Biosfer TN Komodo

“TN Komodo yang telah berjalan 42 tahun gagal untuk menjalankan tiga mandat utama cagar biosfer yakni pelestarian keanekaragaman hayati/satwa, peningkatan kesejahteraan ekonomi rakyat dengan mekanisme ekonomi ramah lingkungan dan berkeadilan dan pemuliaan kebudayaan rakyat,” kata Walhi NTT