BerandaPERISTIWABelajar Online Tak Memungkinkan,...

Belajar Online Tak Memungkinkan, Guru di SDK Ndawang Manggarai Timur Datangi Murid ke Rumah

Borong,Floresa.co – Belajar online kian populer di tengah pandemi Covid-19 saat ini. Tetapi, bagi sekolah di desa yang akses internetnya sulit dan harus ada perangkat seperti smartphone atau laptop, belajar online adalah sebuah kewahan yang sulit dijangkau.

Yuliana Saremil Asri, salah seorang guru sekolah dasar di pedalaman Manggarai Timur pun harus bekerja extra keras agar anak didiknya tetap bisa belajar. Ia berjalan dari rumah ke rumah mengunjungi siswa/i-nya.

“Karena belajar tidak harus di ruang kelas, di rumah pun bisa,” kata Yuliana.

Setiap hari ia mengunjungi siswanya. Ia berjalan kaki dari rumahnya. Hal itu ia lakukan sejak pukul 7 pagi hingga 12.30 layaknya sekolah seperti biasanya.

Rumah murid yang ia kunjungi cukup jauh. Bahkan ia harus rela berjalan kaki menyusuri lembah dan bukit demi menjangkau murid-muridnya.

“Saya berangkat jam 7 pagi. Jaraknya pun cukup jauh. Tapi karena saya peduli dengan nasib anak-anak, apapun risikonya saya tetap setia menjalankan tugas saya sebagai seorang pendidik,” ujarnya.

Yuliana memberikan tugas kepada peserta didik setiap kali mengadakan kunjungan. Tugas tugas tersebut sengaja ia berikan agar para siswanya tetap belajar dan tidak melupakan pelajaran yang sudah diterima sebelumnya.

“Tugas yang diberikan tidak terlalu sulit sehingga peserta didik tidak merasa beban,
yang penting juga agar mereka tetap belajar,” katanya.

Terkait insentif tambahan untuk para guru yang melalukan kunjungan ke rumah siswa, Yuliana mengatakan bahwa apa yang mereka lakukan adalah bentuk kepedulian guru terhadap siswanya agar mereka tetap mendapatkan pendidikan meskipun tanpa ada insentif tambahan.

“Semua ini kami lakukan karena kami peduli dengan pendidikan. Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa dan saya sangat bangga dengan profesi ini,” ujarnya.

Terpisah kepala sekolah SDK Ndawang, Benedikta Jeliana Lawi mengatakan bahwa dirinya bersama guru-guru di sekolah tersebut bersepakat untuk mengunjungi peserta didik selama masa diliburkan mengingat para peserta didik tidak bisa melakukan pembelajaran secara mandiri(belajar online).

Hal itu disebabkan karena kondisi jaringan telekomunikasi di daerahya sangat buruk. Selain itu penguasan teknologi yang rendah membuat belajar online adalah sesuatu yang mustahi bagi peserta didik.

“Kami bersepakat untuk mengunjungi rumah- tiap-tiap siswa agar mereka tetap mendapatkan pendidikan karena sangat tidak memungkinkan bagi siswa untuk belajar mandiri(online),”kata Benedikta

Gabrin/Floresa.co

PUBLIKASI TERKINI

Baca Juga

Begini Cara Buat Kandang Babi Sederhana, Tapi Bebas Bau dan Lalat

Floresa.co - Sebagian besar keluarga di Nusa Tenggara Timur (NTT) memelihara babi....

Walhi NTT Ingatkan Pemerintah Berhenti Khianati Mandat Cagar Biosfer TN Komodo

“TN Komodo yang telah berjalan 42 tahun gagal untuk menjalankan tiga mandat utama cagar biosfer yakni pelestarian keanekaragaman hayati/satwa, peningkatan kesejahteraan ekonomi rakyat dengan mekanisme ekonomi ramah lingkungan dan berkeadilan dan pemuliaan kebudayaan rakyat,” kata Walhi NTT

Mengolah Kemiri Agar Harganya Selangit

Oleh: F RAHARDI Provinsi Nusa Tenggara Timur,khususnya Pulau Flores, Pulau Adonara, Pulau Solor...

Motang Rua: Kisah Heroik Pahlawan Manggarai (1)

Floresa.co - Nama Motang Rua, yang lahir tahun 1860, sudah tak...

Potret Sejarah Manggarai dalam Sejarah Nusantara: Sebuah Studi Literatur

Catatan editor: Tulisan ini merupakan karya dari Vianney Andro Prasetyo, seorang...

Polisi yang Kembali dari Labuan Bajo Usai Kawal Aksi Mogok Kecelakaan

Sumber Floresa.co di Waelengga mengatakan, bus bernomor polisi EB 7004 DK tersebut terbalik di Teku Teang, arah barat Waelengga sekitar pukul 20.00 Wita.

Babi Makin Tambun, Dompet Anda pun Bertambah Tebal

Floresa.co - Selain kandang, aspek yang tak kalah penting ketika memelihara babi...

Hari Pertama Aksi Mogok Pariwisata di Labuan Bajo: Pegiat Wisata Ditangkap dan Dipukuli Aparat, Situasi Mencekam

Suasana kota tidak ramai seperti biasanya, di mana bandara sepi dan pelabuhan tidak beroperasi. Wisatawan yang tiba di Bandara Komodo Labuan Bajo terpaksa dijemput dengan angkutan umum yang dikendarai polisi.