RSUD dr Ben Mboi Ruteng/Floresa

Ruteng,Floresa.co – Ada yang beda dalam penanganan pasien dalam pengawasan (PDP) corona asal Orong, kabupaten Manggarai Barat. Setelah sempat dirawat di RS St Rafael Cancar, pasien berusia 55 tahun itu malah dirujuk ke RSUD dr Ben Mboi di Ruteng di kabupaten Manggarai.

Padahal, sebagai pasien terindikasi corona, mestinya ia dirujuk ke RSUD Komodo di Labuan Bajo, sebagai rumah sakit rujukan pasien corona.

Perlakuan yang berbeda terjadi pada pasien SS pada 24 Maret lalu. SS masuk ke RSUD dr Ben Mboi dan dinyatakan sebagai PDP corona, langsung dirujuk ke RSUD Komodo di Labuan Bajo. Belakangan berdasarkan hasil swab test, SS yang meninggal dunia 25 Maret lalu itu, dinyatakan negatif corona.

Lantas mengapapa sekarang PDP asal Manggarai Barat malah tidak dirujuk langsung ke RSUD Komodo?

Pasien yang hasil rapid test terindikasi positif corona itu sudah dirawat di RSUD dr Ben Mboi Ruteng sejak Selasa (5/5).

Baca Juga: Satu PDP Asal Manggarai Barat Dirawat di RSUD Ben Mboi Ruteng

Juru Bicara Gugus tugas Percepatan Pencegahan Covid19 Kabupaten Manggarai, Lodovikus Demung Moa mengatakan meski bukan rumah sakit rujukan, tetapi kini RSUD dr Ben Mboi sudah jadi rumah sakit lini kedua (second line) untuk penanganan pasien Covid-19.

“Maksudnya, sebelum hasil swab pasien keluar (terkonfirmasi positif covid-19) perawatan pasien tetap dilakukan di RS dr. Ben Mboi,” kata Lodovikus kepada Floresa.co, Selasa lalu.

Lodovikus menambahkan jika pemeriksaan swab nanti hasilnya dinyatakan positif Covid-19, maka PDP tersebut akan dirujuk ke RSUD Komodo di Labuan Bajo.

Ia menambahkan RSUD dr Ben Mboi ditetapkan sebagai rumah sakit second line pada awal April lalu.

AK/Floresa