Tampak depan RSUD Ben Mboi Ruteng. (Foto: Floresa)

Ruteng, Floresa.co –  RSUD dr. Ben Mboi Ruteng sedang merawat  seorang pasien dalam pengawasan (PDP) asal kecamatan Welak, Manggarai Barat.

Demikian juru bicara Gugus Tugas  Percepatan Penanganan Covid19, Lodovikus Demung Moa dalam siaran pers yang diterima Floresa.co, Rabu (6/5/) sore.

Lodovikus Demung Moa menulis, pasien itu masuk RSUD dr. Ben Mboi pada 5 Mei 2020 pukul 13.00 Wita dan merupakan pasien rujukan dari RS St. Rafael Cancar.

PDP tersebut berusia 55 tahun, asal Desa Orong, Kecamatan Welak, Kabupaten Manggarai Barat.

“Pasien masuk RS Cancar tanggal 30 April 2020 dengan keluhan mencret dan nyeri perut. Tanggal 1 Mei 2020 pasien sesak nafas dan batuk,” tulis Moa.

Seminggu sebelum masuk rumah sakit, pasien tersebut ke Lembor dan berada di Lembor selam 3 jam.

Pihak Rumah Sakit St Rafael Cancar sudah melakukan rapid test terhadap pasien itu. Rapid test pada 1 Mei dan 2 Mei hasilnya non reaktif.

Kemudian pada 5 Mei kembali dilakukan rapid test dengan hasil IgG negatif, IgM positif samar.

Pihak rumah sakit St Rafael Cancar juga sudah melakukan pemerikasaan di laboratorium dan rontgen paru. Hasilnya Pneumoni.

Setelah dirujuk ke RSUD dr. Ben Mboi, pihak RSUD itu juga sudah melakukan pemeriksaan laboratorium  dan rotgen paru. Hasilnya, menurut Moa lebih buruk dari pemeriksaan di RS St Rafael Cancar. Rapid test di RSUD dr Ben Mboi juga hasilnya reaktif.

Karena itu, pasien dikategorikan pasien dalam pengawasan (PDB). “Pasien dirawat di ruang isolasi,” ujar Moa.

AK/Floresa