Tak Ada Bukti Pemeriksaan Kesehatan, Pemdes Gurung Liwut Minta Penjual Pakaian Pulang Kampung

172

Floresa.co – Pemerintah Desa Gurung Liwut, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur meminta salah seorang penjual pakaian keliling asal Kabupaten Manggarai yang berada di wilayah desa tersebut untuk pulang ke kampung halamanya karena tidak bisa menunjukan bukti pemeriksaan kesehatan.

Menurut pihak Pemdes Gurung Liwut, penjual pakaian keliling asal Rai, Kabupaten Manggarai, Bonefasius Arung (50) itu diminta pulang ke kampungnya karena permintaan masyarakat Gurung Liwut.

“Tadi saya sudah minta penjual pakaian itu untuk segera pulang. selain meresahkan masyarakat, yang bersangkutan tidak menunjukkan identitas lengkap dan tidak punya surat keterangan pemeriksaan dari posko COVID-19 Manggarai Timur di Mano,” kata Sekretaris Desa Gurung Liwut, Heribertus Adiman kepada Floresa.co, Minggu, 3 Mei 2020.

“Tadi saya dengan teman-teman dari relawan, tim medis desa dan anggota Linmas sudah mengecek suhu tubuhnya. Suhu tubuhnya normal, tetapi kita wajib mematuhi imbauan, makanya kami minta dia besok agar pulang,” sambungnya.

Sementara itu, Bonefasius memohon agar Pemdes Gurung Liwut tetap mengizinkannya berjualan selama beberapa hari ke depan di wilayah desa tersebut.

“Saya terpaksa tetap berjualan keliling karena tuntutan ekonomi. Bisa dibilang terpaksa bandel. Mau bagaimana lagi, kita butuh makan,” kata Bonefasius saat ditemui Floresa.co, Minggu siang, 3 Februari 2020.

Ia berharap agar Pemdes Gurung Liwut memberikan surat keterangan hasil pemeriksaan kesehatan kepada dirinya, agar masyarakat di Desa Gurung Liwut tidak kwatir dengan kehadirannya di desa tersebut.

“Tidak ada yang salah dengan langkah yang diambil Pemdes. Dengan situasi sekarang ini, saya memaklumi, tetapi izinkan saya untuk tetap berjualan,” tutupnya.

Darius Hamin, pemilik rumah tempat Bonefasius menginap  mengaku sempat kwatir dengan kehadiran Bonefasius di rumahnya.

“Tadi saya sempat kwatir, apalagi kita semua tahu situasinya sekarang. tetapi setelah diperiksa petugas, saya merasa legah,” ujarnya.

“Kita tidak mungkin menolak tamu yang datang menginap, apalagi kampung asal beliau kan jauh. Saya berterima kasih kepada Pemdes yang cepat mengambil sikap. Ini untuk kebaikan kita bersama,” kata Darius.

ADR/FLORESA