Pelaksana Harian Sekda Mabar, Ismail Surdi (tengah) berbicara dalam konferensi pers, Rabu, 15 April 2020. (Foto: Ist)

Labuan Bajo, Floresa.coPemerintah Kabupaten Manggarai Barat menyatakan, total ada 13 warga ‘Cluster Gowa’ yang terindikasi Covid-19 setelah dinyatakan positif berdasarkan hasil rapid test.

Sebelumnya Floresa.co melaporkan bahwa berdasarkan data dari pihak RSUD Komodo, enam orang yang dinyatakan positif – data yang didapat sebelum mengetahui hasil rapid test hari ini.

BACA: Kembali dari Acara Keagamaan di Sulsel, 6 Warga Mabar Terindikasi Positif Covid-19 Sesuai ‘Rapid Test’

Semua yang disebut positif itu, menurut pelaksana harian Sekda Mabar, Ismail Surdi dalam konferensi pers, Rabu, 15 April 2020 adalah orang-orang yang pada Maret lalu ke Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan untuk mengikuti itjimah ulama se-Asia.

Acara itu dihadiri oleh puluhan ribu jemaah dari berbagai negara di Asia. Mereka sudah terlanjur berada di Gowa sebelum acara itu diputuskan batal diselenggarakan demi mencegah Covid-19. Kini, di seluruh Indonesia, banyak peserta yang dinyatakan positif Covid-19, di mana mereka disebut sebagai kelompok “Cluster Gowa.”

Ismail yang dalam konferensi pers didamping Kadis Kesehatan Mabar, Paulus Mami mengatakan, dari Mabar ada 22 orang yang ikut ke Gowa itu, di mana 9 orang dinyatakan negatif sesuai rapid test.

Ia menambahkan, saat ini tim mereka masih melacak siapa saja orang-orang yang menjalin kontak dengan para peserta acara itu setelah mereka kembali ke Mabar dengan kapal dari Makassar pada 24 Maret.

Yang jelas, katanya, ke-22 orang itu berasal dari tiga kecamatan di Mabar.

Ia menjelaskan, rapid test pertama dilakukan pada 9 April terhadap satu orang yang sudah dikategorikan sebagai Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang saat tiba mengalami demam dan batuk.

Hasilnya, jelas dia, adalah positif, sehingga dilakukan tes pada peserta yang lain, termasuk hari ini, Rabu.

Paskalina Kusumawati, Kepala Bidang  pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Mabar menjelaskan dalam konferensi pers itu, sesuai ketentuan, masih akan dilakukan rapid test kedua pada 10 hari ke depan.

Sementara itu, untuk memastikan apakah mereka terkonfirmasi positif Covid-19, juga akan dilakukan swab test.

Ke-13 orang itu kini menjalani karantina.

FERDINAND AMBO/FLORESA