Tampak depan RSUD Ben Mboi Ruteng. (Foto: Floresa)

Ruteng, Floresa.co – Beredar sebuah video berdurasi 1 menit 29 detik. Video yang direkam seseorang di RSUD dr Ben Mboi Ruteng itu memperlihatkan seorang pasien di atas brankar dorong lalu diantar oleh sejumlah petugas mengenakan alat pengaman diri (APD) seperti baju hazmat.

Dalam video terlihat, petugas membantu mendorong pasien dari samping gedung IGD menuju ruang isolasi. Video tersebut beredar di beberapa group media sosial WhatsApp tanpa disertai penjelasan.

Jurubicara Komando Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kab Manggarai Lodivikus Moa, dalam keterangan persnya, Sabtu (11/4/2020) meminta masyarakat untuk tidak panik. Pasien tersebut merupakan seorang ibu hamil yang hendak melahirkan di RSUD dr Ben Mboi Ruteng.

Penanganannya menggunakan protokol Covid-19 karena pasien tersebut memiliki riwayat perjalanan dari daerah terpapar dan masih dalam masa isolasi mandiri.

Pasien dengan inisial AN ini datang dari Jakarta dan tiba di Bandara Labuan Bajo pada 29 Maret 2020. Lalu, ke Ruteng pada tanggal 31 Maret 2020. Di Ruteng, ia memeriksakan kehamilannya pada salah satu tempat praktek dokter spesialis kandungan. Hasilnya, ia diketahui hamil kembar. Dokter menyarankan agar persalinannya harus dilakukan di rumah sakit.

Pada Rabu (1/4/2020) AN ke kampungnya dan di sana ia dipantau oleh petugas kesehatan sesuai standar penanganan warga yang datang dari daerah terpapar Covid-19.

“Hasil pantauan kurang lebih 9 hari, tidak nampak ada gejala-gejala yang menyerupai C-19,” ujar Lodi Moa.

Selanjutnya, pada Kamis (9/4/2020), AN mengeluh sakit pada perutnya, pertanda saatnya ia akan bersalin. Sesuai anjuran dokter spesialis kandungan, ia meminta petugas kesehatan setempat untuk merujuk dirinya ke RSUD dr Ben Mboi Ruteng. Dalam perjalanan menuju rumah sakit, AN mengalami sesak napas.

Sesampainya di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr Ben Mboi Ruteng, ia didiagnosis ‘preeklampsia berat’ atau keracunan kehamilan. Tekanan darahnya mencapai 200/100. Kesadaran pasien pun mengalami penurunan. Petugas memberikan tindakan Endotrachal Tube/Intubasi Endotrakeal atau pemasangan selang di jalan napas.

“Dan karena pasiennya datang dari daerah yang terpapar jadi tim rumah sakit melakukan upaya-upaya pencegahan dengan menggunakan atau mematuhi protokol yang terkait dengan C19,” jelas Lodi.

Setelah diakukan penanganan di IGD, pasiennya melahirkan bayi kembar laki-laki dengan berat badan masing-masing, 2.450 gram dan 2.550 gram. Kedua bayi dan ibunya dalam kondisi sehat.

Lodi mengatakan, tindakan sebagaimana terekam di dalam video yang beredar, dilakukan oleh petugas rumah sakit karena AN baru pertama kali melahirkan dan ia melahirkan bayi kembar serta mengalami keracunan kehamilan. Selain itu, AN merupakan orang yang datang dari daerah terpapar Covid-19 sehingga petugas mengambil langkah kewaspadaan sesuai protokol terkait Covid-19.

“Sehingga sampai saat ini, Nyonya AN dirawat di ruangan isolasi dan dipasang ventilator. Kondisinya stabil,” ujar Lodi.

John/Floresa