Aparat keamanan menggerebek pria dewasa yang sedang berada bersama beberapa gadis di hotel di Ruteng. (Foto: Ist)

Floresa.co – Seorang Aparatur Negeri Sipil yang digerebek sedang bersama dengan empat gadis di sebuah hotel di Ruteng mengklaim bahwa saat aparat tiba, kamarnya sedang terbuka dan keempat gadis itu sedang mencari hotspot untuk bisa mengakses internet, demikian pengakuannya kepada Camat Elar Selatan, Stefanus Lamar.

ASN dengan inisial SS yang bertugas di Kecamatan Elar Selatan, Kabupaten Manggarai Timur itu digerebek aparat keamanan pada Rabu malam, 8 April di Hotel Bunga.

Stefanus mengatakan kepada Floresa.co, Kamis, 9 April 2020, ia sudah menelepon SS setelah mendapat kabar soal penggebekan itu.

“Kejadian itu betul. Tapi, saat dipergok, pegawai itu sedang ngobrol dengan empat remaja putri dan pintu kamar dalam keadaan terbuka,” katanya.

“Menurut dia, empat remaja putri itu berada di kamarnya untuk mencari hotspot,” tambahnya.

Stefanus pun menjelaskan, persoalan itu sudah selesai pada Rabu malam dan hari ini ASN tersebut sedang dalam perjalanan ke Wukir.

Ditanya perihal pernyataan polisi yang menyatakan bahwa para gadis itu adalah Pekerja Seks Komersial (PSK) yang di-booking lewat Facebook dan mematok tarif antara 200 ribu sampai 800 ribu, Stefanus mengaku belum sempat mengonfirmasi hal itu kepada SS.

Ia menyatakan, tidak sempat bicara banyak karena SS sedang dalam perjalanan.

“Kalau dia sudah sampai, saya tanya langsung ke dia,” katanya.

Selain SS, dalam penggerebakan yang dilakukan oleh aparat polisi, Babinsa dan staf di Kelurahan Watu itu, ikut digrebek juga JA, seorang pria berusia 22 tahun, yang berasal dari Colol, Kecamatan Poco Ranaka Timur. Ia sedang berada di kamar terpisah, bersama dengan seorang remaja putri, MID, pelajar salah satu SMA di Ruteng.

“(Penggerebakan dilakukan) berdasarkan atas laporan warga kepada petugas Bhabinkamtibmas bahwa adanya kegiatan prostitusi di Hotel Bunga yang melibatkan beberapa remaja putri,” demikian keterangan dari kepolisian.

BACA: Polisi Gerebek Sejumlah Gadis di Hotel di Ruteng, Mengaku Sebagai PSK dan Dipesan via Facebook

Polisi menyatakan, petugas Bhabinkamtibmas memberikan himbauan bahwa pada saat ini umat Kristiani sedang menjalani masa Prapaskah sehingga perbuatan mereka sangat bertentangan dengan norma agama dan budaya setempat.

“Apalagi saat ini pemerintah sudah menghimbau agar warga tidak boleh bepergian keluar rumah jika tidak ada hal mendesak demi pencegahan penyebaran Covid-19,” kata polisi.

ROSIS ADIR/FLORESA