Borong, Floresa.co – Warga di Kecamatan Elar Selatan, Kabupaten Manggarai Timur menggelar upacara adat, yang mereka klaim sebagai bentuk tindakan ansipatif agar virus corona yang kini menjadi pandemi global tidak menginfeksi mereka.

Warga di Kampung Kejek, Wae Kakang, Desa Benteng Pau itu itu menggelar ritual adat yang disebut Pene Paan Le, Tadu Paan Lau pada Kamis malam, 2 April 2020.

Ritual ini dilakukan oleh tetua adat yang disebut tu’a teno.

Kornelis Gurung, Tu’a Teno Mbelek mengatakan, ritual adat ini digelar untuk meminta kepada roh nenek moyang agar semua warga kampung terlindungi dari bahaya virus corona.

Selain itu, kata dia, dalam ritual ini mereka juga meminta perlindungan bagi semua warga kampung yang sedang merantau.

“Kami sebagai ketua adat meminta doa kepada nenek moyang untuk selalu menjaga putra-putri yang berasal dari kampung Kejek yang sedang merantau di tanah orang atau yang sedang sekolah, agar dijauhkan dari virus yang mematikan ini,” kata Kornelis.

Saat upacara ini berlangsung, hanya tu’a teno yang boleh hadir, sementara warga lain diimbau tetap tinggal di dalam rumah masing-masing.

Kornelis mengatakan, ritual adat ini sudah dilakukan sejak ratusan tahun yang lalu dan diwariskan secara turun temurun dari generasi ke generasi.

Menurutnya acara ini sangat penting untuk dilaksanakan mengingat wabah virus corona yang terus mengancam dan mengakibatkan korban jiwa yang cukup banyak.

Selain itu wabah virus Corona membuat masyarakat adat setempat tidak tenang.

Ritual adat ini mendapat apresiasi dari masyarakat setempat.

Quin Reman, salah seorang mahasiswa asal Kampung Kejek yang sedang kuliah di Universitas Flores, Ende mengatakan bersyukur atas atas penyelenggaraan acara tersebut.

Ia menambahkan, semoga, susai dengan intensi acara itu, semua warga mendapat perlindungan dan bebas dari bahaya virus corona.

GABRIN/FLORESA