Presiden Jokowi saat memantau kondisi jalan Puncak Waringin-Labuan Bajo, Rabu, 10 Juli 2019. (Foto: Floresa).

Labuan Bajo, Floresa.co – Presiden Joko Widodo mengklaim hanya terdapat lima desa di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang belum dialiri listrik Perusahaan Listrik Negara (PLN). Hal itu disampaikan Presiden Jokowi melalui halaman facebook Presiden Joko Widodo pada pada Jumat siang, 3 April 2020.

Namun, jika dibandingkan dengan data pihak PLN Ruteng dan Labuan Bajo, di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Barat saja, jumlah desa yang belum berlistrik sekitar 55 desa.

Kepala PLN Rayon Ruteng, Firman menyatakan dari sekitar 171 desa di Kabupaten Manggarai terdapat sekitar 147 yang baru berlistrik PLN dan yang berlistrik non PLN 12 desa.

“(Yang) belum berlistrik 12 desa,” katanya saat dihubungi Floresa.co, Jumat 3 April 2020.

Sementara di Kabupaten Manggarai Barat, data per Juli 2019, desa yang belum berlistrik sekitar lima kali jumlah di Kabupaten Manggarai.

“Jumlah desa belum berlistrik 43 desa, menyebar di 12 kecamatan. Sedangkan, yang sudah berlistrik PLN ialah 91 sedangkan non PLN 35 desa, “ kata Manager Unit Layanan Pelanggan PLN Labuan Bajo Dwi Ayu Puspita Ningtias kepada Floresa.co, 20 Oktober 2019 lalu.

Unggahan Presiden Jokowi Tentang Rasio Eletrifikasi di Indonesia di Facebook.

Sebelumnya melalui halaman facebook yang diposting pada Jumat siang, Presiden Jokowi mengklaim rasio elektifikasi Indonesia hingga April 2020 sudah mencapai 98,48 persen, melampaui target RPJMN sebesar 96 persen dan menyebut hanya terdapat beberapa desa yang belum berlistrik, termasuk beberapa di NTT.

“Akan tetapi, itu belumlah cukup. Masih terdapat 433 desa di tanah air yang belum berlistrik, meski jumlahnya sedikit dibandingkan dengan jumlah desa di seluruh Tanah Air, yakni 75.000 desa,” katanya.

“Desa-desa tak berlistrik tersebut tersebar di empat provinsi, yakni 325 desa di Papua, 102 desa di Papua Barat, lima desa di Nusa Tenggara Timur, dan satu desa di Provinsi Maluku,” tambahnya.

Agar desa-desa tersisa tersebut dapat teraliri listrik, dirinya meminta jajaran pemerintah terkait untuk segera mengidentifikasi.

ARJ/Floresa