Aparat keplisian dari Polsek Komodo menghantar Jenasah PDP Covid-19 asal Kuwus ke pemakaman di Kaper, Desa Golo Bilag pada Rabu sore, 25 Maret 2020. (Foto: Istimewa).

Labuan Bajo, Floresa.co –  Pemakaman pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 asal Kuwus, Manggarai Barat (Mabar) yang meninggal pada Rabu, 25 Maret 2020 di RSUD Komodo, Labuan Bajo dikawal aparat kepolisian setempat.

Kapolsek Komodo, Ipda Royke Weredity mengatakan, tempat pemakaman jenazah berjarak sekitar dua ratus meter dari pemakaman umum warga Kampung Kaper, Desa Golo Bilas.

“Tadi tiga orang utusan keluarga korban ikut pemakaman, bersama beberapa kepala dinas di lingkup Pemda Mabar dan juga beberapa anggota TNI,” katanya.

Prosesi pemakaman selesai dilakukan sekitar pukul 16.40 sore.

“(Prosesnya) berlangsung aman,” katanya.

Pasien yang berinisial SS itu merupakan pasien rujukan dari Rumah Sakit Ben Mboi Ruteng, yang dibawa ke Labuan Bajo pada Selasa, kemarin.

Baca Juga: Keluarga PDP yang Meninggal di RSUD Komodo: ‘Kami Yakin Bukan Karena Virus Corona

Sebelumnya, SS diketahui menetap di Surabaya dan baru tiba di rumah keluarganya di Ruteng pada 18 Maret.

Ia kemudian dirawat di RSUD Ben Mboi dan dinyatakan sebagai PDP oleh Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Manggarai.

Berbicara dalam konferensi pers di Ruteng, Selasa kemarin, Ludovikus Moa, juru bicara Gugus Tugas itu menjelaskan, saat tiba di RSUD Ben Mboi SS “lemah, sempat juga sesak napas.”

Sampai saat ini, SS belum diketahui secara pasti apakah positif terkena Covid-19 atau tidak. Pasalnya, hasil laboratorium belum ada.

Keluargamenyakini bahwa SS bukan penderita Covid-19.

Dalam wawancara dengan Floresa.co di Ruteng, Rabu siang, berdasarkan riwayat penyakit yang dialami SS, mereka menduga ia mengalami gagal ginjal akut, disertai komplikasi penyakit lainnya.

“Kami sebagai keluarga merasa yakin bahwa SS yang sudah dinyatakan PDP bukan suspect Covid-19 atau virus corona,” kata saudari SS yang minta namanya tidak dipublikasikan.

FERDINAND AMBO/ARJ/Floresa

BACA SELANJUTNYA: Apa Saja yang Penting Diketahui Tentang PDP Covid-19 yang Meninggal di Labuan Bajo?