Yeni Veronika, Anggota DPRD NTT menggelar reses di Rumah Gendang Wangkal, Desa Sambi, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Senin malam, 23 Maret 2020. Kegiatan ini menuai protes karena dilakukan di tengah adanya larangan untuk berkumpul demi mencegah penyebaran virus corona (Covid-19. (Foto: Ist)

Ruteng, Floresa.co – Yeni Veronika, Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar kegiatan reses di daerah pemilihannya, hal yang memicu protes publik karena dilakukan di tengah adanya larangan pemerintah untuk berkumpul, demi mencegah penyebaran virus corona (Covid-19).

Politisi Partai Amanat Nasional, yang juga isteri Bupati Manggarai, Deno Kamelus itu menggelar reses di Rumah Gendang Wangkal, Desa Sambi, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Senin malam, 23 Maret 2020. Ia juga dijadwalkan melakukan kegiatan serupa di Kajong, hari ini, Selasa.

Foto saat Yeni sedang bertatap muka dengan warga kemudian beredar luas di media sosial, di mana ia dikritik karena sebagai pejabat publik, ia seharusnya memberi teladan kepada masyarakat.

Seorang pemilik akun Facebook, Aleksander Damares menulis di Grup “Manggarai Bebas Berpendapat” menyentil Yeni.

“Di tengah gempuran Covid-19 dan himbauan larangan kunjungan yang menghadirkan massa, masih ada anggota dewan yang nekat untuk melakukan reses,” tulis Aleksander, disertai foto kegiatan Yeni.

Baca Juga: Empat ODP Corona di Manggarai, Bagaimana Kondisi Mereka?

Mantan Anggota DPRD Manggarai, Marsel Nagus Ahang, juga ikut mengecam Yeni, yang adalah Ibu Penggerak PKK di Kabupaten Manggarai.

Lewat akun Facebook-nya, Ahang mengatakan, seharusnya Yeni “memberi contoh yang baik terhadap masyarakat.”

Ia bahkan menuding Deno seolah-olah “mendukung juga kegiatan tersebut.”

Ahang pun meminta Polres Manggarai untuk segera mengambil tindakan, termasuk memberi peringatan kepada Yeni.

Kritikan terhadap Yeni, juga disampaikan oleh lawan politik suaminya.

Herybertus GL Nabit, politisi yang diperkirakan akan maju kembali dalam Pilkada Manggarai tahun ini dan menjadi rival Deno pada Pilkada sebelumnya, salah satu yang mengkritiknya.

“Hampir semua masyarakat Manggarai mematuhi maklumat Kapolri untuk menghindari keramaian,” tulis Hery di akun Facebook-nya, tanpa menyebut langsung nama Yeni.

“Pagi ini dapat informasi bahwa Reses Anggota DPRD Provinsi NTT tetap dilaksanakan di Reo Barat kemarin dan hari ini…Waduhhhh,” tambahnya.

Merespons beragam kritikan, Yeni mengatakan reses itu tidak bisa dibatalkan karena sudah diagendakan sejak lama.

“Sebelum himbauan dari Kapolri itu (terkait larangan berkumpul), kami sudah jadwalkan (reses) ini. Bahkan uang sudah ada di tangan kepala desa,” katanya kepada Floresa.co.

“Dengan himbauan itu, maka kita buat sesederhana mungkin, tidak melibatkan banyak orang. Yang diundang hanya empat puluh orang,” tambahnya.

Yeni pun mengklaim, reses itu telah dipolitisasi.

“Saya melaksanakan tugas negara,” katanya. “Jangan bawa-bawa otak politik.”

Ia pun menjelaskan, yang melaksanakan reses seperti itu bukan hanya dirinya.

Yeni menyebut reses yang dilakukan rekannya sesama Anggota DPRD, Yohanes Rumat dan mengaku heran karena reses itu tidak dipersoalkan.

Baca Juga: Jumlah ODP Virus Corona di Manggarai Bertambah

Kepala Desa Kajong, Amatus Mahu, belum bisa dihubungi untuk dimintai komentar.

Masalah Covid-19 telah menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Manggarai.

Hingga Senin, 23 Maret, terdapat enam orang Orang Dalam Pemantauan (ODP) Covid-19 di daerah itu, demikian menurut Deno, yang juga Ketua Komando Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19.

Keenam orang itu, jelasnya, “punya riwayat bepergian dari daerah terpapar dan menunjukkan gejala-gejala seperti batuk, pilek, dan demam.”

Dalam hubungannya dengan upaya-upaya pencegahan Deno telah mengeluarkan beberapa instruksi dan imbauan, di antaranya  terkait peningkatan kewaspadaan risiko penularan di satuan pendidikan, di lingkungan pemerintah dan imbauan dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19.

Gabrin/Apri/Engkos/Floresa