Yohanes Rumat, Anggota DPRD NTT sedang bertemu konstituennya di Manggarai Timur. Kegiatan dilakukan pada 17 dan 18 Maret 2020 di Borong. (Foto: Facebook Yohanes Rumat)

Ruteng, Floresa.co – Anggota DPRD NTT Yeni Veronika dikecam berbagai pihak karena melakukan kunjungan ke daerah pemilihan di saat wabah Corona virus (Covid-19) sedang merebak.

Pemerintah Pusat dan juga Kepolisian sudah melarang adanya kegiatan yang melibatkan banyak orang untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Merespons beragam kritikan, Yeni mengatakan reses itu tidak bisa dibatalkan karena sudah diagendakan sejak lama.

Ia juga menyampaikan anggota dewan yang melaksanakan reses seperti itu bukan hanya dirinya.

“Kenapa DPR yang lain reses tidak Floresa muat. Coba cek anggota dewan yang di Matim,” ujarnya dalam pesan kepada Floresa.co, Selasa (24/3).

BACA:

Berdasarkan informasi yang dihimpun Floresa.co, Yohanes Rumat, anggota DPRD NTT dari PKB juga melakukan reses di Manggarai Timur.

Melalui pesan kepada Floresa.co, Yohanes Rumat membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan bahwa dalam kegiatan reses yang dilakukanya itu tidak dihadiri oleh masaa dalam jumlah banyak orang.

“Saya hanya ketemu tokoh-tokoh masyarakat seperti pastor paroki atau ketua stasi, tua gendang dan ketua muda mudi,” ujarnya.

“Tidak ada kegiatan yang melibatkan kan umat atau masyarakat,” tambahnya.

Pria yang biasa disapa Hans ini mengatakan ia melakukan reses pada 17 dan 18 Maret di kapela Borong dan rumah gendang Wodo. Ia menegaskan tidak ada lagi kegiatan reses setelah Kapolri menerbitkan maklumat untuk tidak melakukan kegiatan pengumpulan massa. Maklumat Kapolri diterbitkan pada 19 Maret.

Anggota DPRD NTT asal daerah pemilihan Manggarai raya lainnya, yaitu Ben Isidorus memilih menghentikan semua rangkaian reses di dapilnya, usai membaca maklumat Kapolri terkait upaya pencegahan virus Corovid-19.

“Saya hantikan seluruh kegiatan reses sebagai upaya memutuskan penyebaran virus Corona atau Covid-19, sekaligus mematuhi maklumat Kapolri,” ungkap Ben Isidorus menjawab Floresa.co melalui handphone-nya.

Diakui Ben, saat maklumat Kapolri dimaklumkan pada tanggal 19 Maret 2020 lalu, pihaknya masih ada di lapangan. “Tanggal 19 Maret itu saya masih di lapangan, melakukan reses di tiga titik. Dan memang di tempat saya reses tidak ada jaringan internet. Ketika berada di lokasi yang memiliki jaringan, saya membaca di media sosial bahwa Kapolri keluarkan maklumat, dimana salah satu pointnya tidak melaksanakan kegiatan lain yang menyebabkan berkumpulnya massa,” ungkap politikus Hanura ini.

Lanjut Ben, agenda reses sejak tanggal 20 Maret kemarin, tidak dilanjutkan karena sudah membaca maklumat Kapolri sebagai upaya perlindungan terhadap masyarakat dari penyebaran virus Corona.
“Seharusnya ada beberapa tempat lagi yg akan dijadikan tempat tatap muka, namun setelah membaca maklumat Kapolri terkait upaya pencegahan Covid-19, semuanya dibatalkan. Ini juga demi negara,” tandas Ben.

Gabrin/Apri/Floresa

Catatan: Berita ini telah diperbaharui pada pukul 18.05 WITA, Selasa (24/3), dengan menambahkan keterangan waktu dan tempat Yohanes Rumat melakukan reses.