BerandaARTIKEL UTAMASuhu Tubuh Umat Diukur...

Suhu Tubuh Umat Diukur Dua Kali Saat Tahbisan Uskup Ruteng

Ruteng, Floresa.co – Tahbisan Uskup Ruteng, Flores tetap dilaksanakan, Kamis (19/3) di tengah kekhawatiran merebaknya wabah Coronavirus (Covid-19).

Untuk mengantisipasi penyebaran virus pihak panitia bekerja sama dengan dinas kesehatan melakukan pemeriksaan suhu tubuh terhadap seluruh umat yang hadir sebanyak 2 kali.

Pemeriksaan suhu tubuh pertama dilakukan sebelum memulai perayaan.Pemeriksaan awal ini diakukan di sejumlah pintu masuk gereja katedral Ruteng oleh dua sampai tiga orang petugas kesehatan.

Pantauan Floresa.co di pintu gerbang utama gereja katedral terdapat dua orang petugas yang melakukan pengukuran suhu tubuh dari setiap umat yang akan mengikuti upacara pentabisan uskup ini. Seluruh umat yang memasuki gereja tidak terlewatkan dari pemeriksaan ini.

Misa tahbisan uskup ini dihadiri oleh umat Katolik setempat dan beberapa udangan. Misa yang berlangsung selama kurang lebih dua jam tersebut diikuti kurang dari 2.000 umat.

Selesai perayaan, semua umat yang hadir kembali diperiksa suhu tubuhnya. Hal ini diakukan untuk memastikan bahwa tidak ada umat yang terinfeksi oleh virus Corona selama mengikuti upacara pentabisan uskup.

Berbeda dari pemeriksaan awal,pada pemeriksaan kedua ini selain suhu tubuh diperiksa,umat juga diberikan hand sterilizer.

Gabrin Anggur/Floresa

PUBLIKASI TERKINI

Baca Juga

Wawancara Suster Virgula SSpS: “Percaya Sepenuhnya Kepada Tuhan”

Floresa.co - Nama Sr Virgula Schmitt SSpS (87) sangat akrab bagi...

Begini Cara Buat Kandang Babi Sederhana, Tapi Bebas Bau dan Lalat

Floresa.co - Sebagian besar keluarga di Nusa Tenggara Timur (NTT) memelihara babi....

Pastor John Prior: Vatikan Harus Buka Hasil Penyelidikan Kasus Moral Kaum Klerus

Floresa.co - Pastor John Mansford Prior SVD, dosen di Sekolah Tinggi...

“Pak Jokowi, Bunuh Saja Kami,” Protes Warga Labuan Bajo yang Kembali Hadang Penggusuran Lahan oleh BPO-LBF

"Kami tidak sedang berdemontrasi, tetapi (sedang) pertahankan tanah kami," kata warga.

“Anak-anak Kami Lapar,” Keluh Petani di Manggarai Barat yang Terancam Gagal Tanam Karena Bendungan Rusak

Bendungan Wae Cebong merupakan sumber air bagi irigasi untuk ratusan hektar sawah di area Persawahan Satar Walang, milik warga Desa Compong Longgo, desa yang berjarak 14 kilometer ke arah selatan dari Labuan Bajo.

Babi Makin Tambun, Dompet Anda pun Bertambah Tebal

Floresa.co - Selain kandang, aspek yang tak kalah penting ketika memelihara babi...

Warga dan BPO-LBF dalam Polemik Bowosie: Hidup Rentan di Moncong Negara

"Membaca kasus Racang Buka, kita dapat menarik benang merah antara dominasi negara neoliberal dan penghancuran ruang hidup warga. Maraknya investasi sektor privat menunjukkan bahwa negara tidak lagi menjadi wadah penjamin kesejahteraan, tetapi malah menjadi racun bagi hidup warganya."

Kami Cemas dan Takut Karena Proyek Ini Terus Dipaksakan, Kata Warga Wae Sano di Hadapan Bank Dunia

"Kami yakin bahwa Bank Dunia tidak ingin terlibat dalam proses pembangunan yang penuh dengan intimidasi dan potensi kekerasan,” demikian pernyataan warga.