Penyambutan Uskup Ruteng, Mgr. Siprianus Hormat di Mena, Ruteng, Sabtu, 29 Februari 2020. (Foto: Ferdinand Ambo).

Labuan Bajo, Floresa.co Tahbisan Uskup Ruteng, Mgr Siprianus Hormat Pr akan tetap digelar pada 19 Maret 2020, di tengah kekhawatiran merebaknya Coronavirus (Covid-19). Pemerintah sendiri sudah mengimbau agar kegiatan-kegiatan yang melibatkan massa yang banyak dikurangi untuk mencegah penyebaran virus ini.

Selain upacara tahbisan pada 19 Maret, pada 21 Maret juga akan diadakan misa pontifikal. Administrator Apostolik Keuksupan Ruteng, Mgr Silvester San mengajak umat untuk mengikuti dua upacara tersebut “dengan penuh syukur dan sukacita”.

Untuk mendukung kenyamanan dan kesehatan, sejumlah tindakan pencegahan yang dilakukan selama dua upacara tersebut adalah:

1. Para tamu yang datang dari luar daerah akan diperiksa suhu tubuhnya sebagai tindakan pencegaha awal.

2. Ucapan selamat datang terhadap tamu dilakukan dengan mengatupkan tangan di dada dan menghindari jabat tangan langsung, seraya tetap memperlihatkan keramahan yang hangat.

3. Sebelum memasuki tempat perayaan tahbisan semua umat, imam dan uskup membersihkan tangan dengan antiseptik (hand sanitizer) yang disiapkan oleh petugas kesehata di gerbang-gerbang masuk.

4. Salam damai dilakukan dengan mengatupkan tangan di dada dan saling tunduk memberi hormat.

5. Sebelum membagikan komuni, para imam yang bertugas, memberisihkan tangan dengan antiseptik.

BACA JUGA: Jelang Tahbisan, Uskup Ruteng Tanam 2000 Anakan Pohon

6. Dalam penerimaan komuni ucapan imam,”Tubuh Kristus” dan jawaban umat “Amin” dilakukan dalam hati.

7. Penerimaan komuni sebaiknya dilakukan denga tangan saja.

8. Berjabat tangan dengan Uskup Yubilaris diganti denga mengatupkan tangan di dada dan saling tunduk memberi hormat yang akrab.

9.Umat yang mengalami gangguan pernafasan seperti flu dan batuk dihimbau untuk mengiktui perayaan tahbisa dari rumah melalui siaran radio maupun media sosial (streaming).

Selain tahbisan uksup baru, Mgr Silvester juga menyampaikan sejumlah imbauan untuk mengendalikan penyebaran Coronavirus pada kegiatan gereja. Perayaan ekaristi hari Minggu tetap diadakan, tetapi umat yang menderita flu dan batik dihimbau untuk mengikuti ibadat dari rumah.

Perayaan pekan suci juga berjalan seperti biasa dengan catatan ritus penghormatan salib pada hari Jumat Agung dilaksanakan dengan cara: umat berlutut dan menunduk hormat di depan salib dan tidak menciumnya.

Mgr Silvester juga meminta umat tidak panik, tetapi tetap menjalankan kehidupan harian dengan tenang dan penuh kepercayaan akan kuasa Allah. Petunjuk-petunjuk dari Pemerintah, terutama pihak medis dalam menghadapi wabah Coronavirus juga harus diperhatikan.

“Hal yang paling penting adalah berprilaku hidup sehat melalui istrahat yang cukup, makan yang sehat dan bergizi, mencuci tangan yang rutin dengan sabun, menghindari alkohol dan rokok serta berolaraga teratur, “tulisnya dalam surat, Senin (16/3).

PTR/Floresa