BerandaPERISTIWAJelang Tahbisan, Uskup Ruteng...

Jelang Tahbisan, Uskup Ruteng Tanam 2000 Anakan Pohon

Ruteng, Floresa.coBeberapa hari menjelang tahbisannya, Uskup Ruteng, Mgr Siprianus  melakukan serangkaian kegiatan sosial dan bernuansa ekologis.

Setelah malakukan kunjungan ke berbagai panti, hari ini, Jumat, 13 Maret 2020, ia ikut dalam kegiatan reboisasi hutan konservasi yang berlokasi di Kelurahan Carep, Kecamatan Langke Rembong, Manggarai.

Sebanyak 2000 anakan kayu ara dan kayu manis ditanam di kawasan resapan air itu.

Kegiatan itu tak hanya dilakukan internal Gereja tetapi juga pihak Pemerintah Kabupaten Manggarai.

Tampak hadir dalam kegiatan itu, selain para imam, biarawan, biarawati, dan umat Katolik, juga pejabat dan pegawai di lingkup Pemkab Manggarai, serta pihak Kodim 1612/Manggarai, Polres Manggarai, dan Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Ruteng selaku penanggungjawab lokasi.

Penanaman pohon diawali dengan ibadat ekologis.

Dalam ibadat itu, Uskup Siprianus mengatakan ekologi merupakan gestikulasi iman. Iman Kristiani, kata dia, terungkap dalam solidaritas kemanusiaan dan komitmen ekologis untuk membangun bumi menjadi rumah bersama.

Uskup Siprianus mengajak seluruh umat Katolik dan masyarakat di wilayah Manggarai Raya untuk menjaga dan melestarikan lingkungan. Penanaman pohon merupakan merupakan upaya konservasi rumah semua makhluk hidup. Lingkungan merupakan rumah bersama yang harus dijaga.

“Menjaga lingkungan sama dengan menjaga diri kita, menata penciptaan dan tata penebusan Tuhan. Saya mengajak seluruh umat dan masyarakat untuk bergandengan tangan menjaga lingkungan hidup untuk kehidupan manusia yang bermartabat,” katanya.

Bupati Manggarai Deno Kamelus mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai upaya membangun komitmen bersama dalam menjaga dan melestarikan alam. Ia mengatakan, beberapa tahun lalu pernah disepakati kerjasama tiga pilar yakni pemerintah, Gereja, dan masyarakat di Colol, Manggarai Timur.

“Saya kira, ini adalah bagian dari upaya-upaya kita untuk terus disadarkan, diingatkan untuk membangun komitmen menjaga lingkungan ini,” ujar Deno.

NJM/Floresa

PUBLIKASI TERKINI

Baca Juga

Begini Cara Buat Kandang Babi Sederhana, Tapi Bebas Bau dan Lalat

Floresa.co - Sebagian besar keluarga di Nusa Tenggara Timur (NTT) memelihara babi....

Walhi NTT Ingatkan Pemerintah Berhenti Khianati Mandat Cagar Biosfer TN Komodo

“TN Komodo yang telah berjalan 42 tahun gagal untuk menjalankan tiga mandat utama cagar biosfer yakni pelestarian keanekaragaman hayati/satwa, peningkatan kesejahteraan ekonomi rakyat dengan mekanisme ekonomi ramah lingkungan dan berkeadilan dan pemuliaan kebudayaan rakyat,” kata Walhi NTT

Potret Sejarah Manggarai dalam Sejarah Nusantara: Sebuah Studi Literatur

Catatan editor: Tulisan ini merupakan karya dari Vianney Andro Prasetyo, seorang...

Polisi yang Kembali dari Labuan Bajo Usai Kawal Aksi Mogok Kecelakaan

Sumber Floresa.co di Waelengga mengatakan, bus bernomor polisi EB 7004 DK tersebut terbalik di Teku Teang, arah barat Waelengga sekitar pukul 20.00 Wita.

Mengolah Kemiri Agar Harganya Selangit

Oleh: F RAHARDI Provinsi Nusa Tenggara Timur,khususnya Pulau Flores, Pulau Adonara, Pulau Solor...

Babi Makin Tambun, Dompet Anda pun Bertambah Tebal

Floresa.co - Selain kandang, aspek yang tak kalah penting ketika memelihara babi...

Motang Rua: Kisah Heroik Pahlawan Manggarai (1)

Floresa.co - Nama Motang Rua, yang lahir tahun 1860, sudah tak...

Hari Pertama Aksi Mogok Pariwisata di Labuan Bajo: Pegiat Wisata Ditangkap dan Dipukuli Aparat, Situasi Mencekam

Suasana kota tidak ramai seperti biasanya, di mana bandara sepi dan pelabuhan tidak beroperasi. Wisatawan yang tiba di Bandara Komodo Labuan Bajo terpaksa dijemput dengan angkutan umum yang dikendarai polisi.