BerandaPOLITIKRakercab Partai Demokrat Manggarai...

Rakercab Partai Demokrat Manggarai Dihadiri Empat Bakal Calon

Floresa.co – Partai Demokrat Kabupaten Manggarai menggelar rapat kerja cabang (Rakercab) di Aula Efata Ruteng, Senin, 9 Maret 2020.

Rakercab dengan agenda penjaringan calon bupati dan wakil bupati untuk Pilkada Manggarai 2020 itu dihadiri empat bakal calon dan pasangan bakal calon.

Mereka adalah pasangan bakal calon bupati Agustinus Gangut dan bakal calon wakilnya Marianus Tapung, bakal calon bupati Herybertus GL Nabit, bakal calon wakil bupati Viktor Madur, dan bakal calon wakil bupati Adrianus Suardi.

Dua figur lainnya yang mendaftar di Partai Demokrat, yakni bakal calon wakil bupati Aloysius Selama dan bakal calon bupati Kornelis Dola tidak hadir.

Ketua DPC Partai Demokrat Manggarai, David Suda mengatakan partainya sebagai partai yang demokratis. Karena itu, jelasnya, nama-nama bakal calon dijaring dari tingkat DPAC dan masyarakat, lalu disaring di tingkat DPC untuk diusulkan ke tingkat Dewan Pimpinan Daerah dan Dewan Pimpinan Pusat.

“Bagi calon yang memenuhi syarat adminsistrasi dan kompetensi akan diajukan ke tingkat yang lebih tinggi,” katanya.

“Namun, calon yang memenuhi syarat adminsitrasi dan kompetensi tingkat kabupaten tidak otomatis menjadi bakal calon yang diusung partai karena harus diserahkan ke tingkat DPD dan Dewan Pimpinan Pusat (DPP). DPD dan DPP yang menentukan bakal calon yang diusung,” tambah David.

Rakercab dibuka oleh Sekretaris DPD Partai Demokrat NTT Ferdinandus Leu. Dalam sambutannya, Ferdi menegaskan pentingnya desentralisasi pengambilan keputusan untuk menentukan bakal calon kepala daerah dalam partai tersebut.

“Menentukan bakal calon tidak melulu dari tingkat pusat tapi juga perlu mendengarkan aspirasi dan kemauan dari kader yang ada di setiap kecamatan dan kabupaten,” jelasnya.

Ferdi menambahkan, Partai Demokrat juga perlu mempertimbangkan hasil survei. Dari hasil survei yang ada, partai bisa mengetahui siapa bakal calon yang mampu memimpin daerah dan diinginkan oleh masayarakat, lanjutnya.

Selain menyaring dan menjaring bakal calon Bupati dan wakil Bupati, kegiatan Rakercab diawali dengan pelantikan Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) Partai Demokrat Kabupaten Manggarai.

Dua belas DPAC menghadiri acara pelantikan tersebut. Pelantikan DPAC dibuat untuk memperkuat kapasitas, kapabilitas, integritas dan soliditas para kader partai.

John/Floresa

PUBLIKASI TERKINI

Baca Juga

Wawancara Suster Virgula SSpS: “Percaya Sepenuhnya Kepada Tuhan”

Floresa.co - Nama Sr Virgula Schmitt SSpS (87) sangat akrab bagi...

Begini Cara Buat Kandang Babi Sederhana, Tapi Bebas Bau dan Lalat

Floresa.co - Sebagian besar keluarga di Nusa Tenggara Timur (NTT) memelihara babi....

Pastor John Prior: Vatikan Harus Buka Hasil Penyelidikan Kasus Moral Kaum Klerus

Floresa.co - Pastor John Mansford Prior SVD, dosen di Sekolah Tinggi...

“Anak-anak Kami Lapar,” Keluh Petani di Manggarai Barat yang Terancam Gagal Tanam Karena Bendungan Rusak

Bendungan Wae Cebong merupakan sumber air bagi irigasi untuk ratusan hektar sawah di area Persawahan Satar Walang, milik warga Desa Compong Longgo, desa yang berjarak 14 kilometer ke arah selatan dari Labuan Bajo.

Babi Makin Tambun, Dompet Anda pun Bertambah Tebal

Floresa.co - Selain kandang, aspek yang tak kalah penting ketika memelihara babi...

“Pak Jokowi, Bunuh Saja Kami,” Protes Warga Labuan Bajo yang Kembali Hadang Penggusuran Lahan oleh BPO-LBF

"Kami tidak sedang berdemontrasi, tetapi (sedang) pertahankan tanah kami," kata warga.

Warga dan BPO-LBF dalam Polemik Bowosie: Hidup Rentan di Moncong Negara

"Membaca kasus Racang Buka, kita dapat menarik benang merah antara dominasi negara neoliberal dan penghancuran ruang hidup warga. Maraknya investasi sektor privat menunjukkan bahwa negara tidak lagi menjadi wadah penjamin kesejahteraan, tetapi malah menjadi racun bagi hidup warganya."

Kami Cemas dan Takut Karena Proyek Ini Terus Dipaksakan, Kata Warga Wae Sano di Hadapan Bank Dunia

"Kami yakin bahwa Bank Dunia tidak ingin terlibat dalam proses pembangunan yang penuh dengan intimidasi dan potensi kekerasan,” demikian pernyataan warga.