Ilustrasi

Borong, Floresa.co – Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kabupaten Manggarai Timur (Matim), NTT telah selesai pada 9 Februari 2020. Namun, dari sekian banyak formasi, terdapat delapan yang tidak ada peserta yang lolos.

“Ada delapan formasi yang tidak ada peserta yang lolos SKD kemarin,” kata Kepala BKPSDM Matim, Yustina Ngidu kepada Floresa.co, Senin, 2 Maret 2020.

Menurutnya, kedelapan formasi tersebut yaitu Guru Seni Budaya, 3 orang; Assisten Apoteker, 1 orang ; Nutrisionis, butuh 1 orang; Perawat Gigi,1 orang; Pranata Komputer pada Dinas Kesehatan, Dinas Kominfo dan Dinas PUPR, butuh 6 orang; Pengelola Keuangan pada Dinas Sosial, 1 orang; Pengelola Layanan Pengadaan Secara Elektronik, 1 orang; dan Pengolah Data Laporan Keuangan, 1 orang.

“Totalnya ada 15 orang yang sebenarnya di butuhkan dari delapan formasi tersebut. Tapi tidak ada yang lolos SKD,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penentuan kelulusan peserta dalam seleksi CPNS yakni berdasarkan akumulasi presentase nilai SKD dan SKB. “Empat puluh persen dari nilai SKD dan 60 persen dari nilai SKB,” katanya.

Ia meminta kepada para peserta SKB untuk mempersiapkan diri dengan baik sembari menunggu penetapan jadwal tes dari Badan Kepegawaian Nasional (BKN).

“Kalau SKD kemarin, saya sangat puas karena peserta sangat siap. Peserta di Matim itu raih nilai tertinggi untuk NTT, yaitu 436,” katanya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja sama menyukseskan SKD CPNS di kabupaten itu.

Panitia telah merekap jumlah peserta yang akan mengikuti Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).

Dari 1521 peserta SKD yang lolos Passing Grade, ada 441 peserta yang akan ikut SKB, berdasarkan hasil prangkingan.

Ia juga menyampaikan, dari 164 lowongan CPNS yang dibuka pemerintah kabupaten itu, ada dua formasi yang tidak ada pelamar, yakni dokter gigi dan dokter umum.

ADR/Floresa