Bupati Manggarai, Deno Kamelus secara simbolik meresmikan Program Listrik Masuk Desa di kecamatan Cibal dengan menyalakan meteran listrik di Gereja Paroki St Antonius Padua Ri’i/Floresa

FLORESA.CO – Rasio elektrifikasi di kabupaten Manggarai, berdasarkan survei yang dilakukan oleh Universitas Udayana, Bali saat ini sudah mencapai 95,61%. Artinya, mayoritas rumah tangga sudah diterangi listrik.

Demikian disampaikan oleh Aji Wirawan, Supervisor Transaksi Energi Unit Layanan Pelanggan (ULP) Ruteng PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Wirawan menyampaikan itu disela-sela peluncuran Program Listrik Masuk Desa tahun 2020 di Beamese, kecamatan Cibal, Manggarai, Kamis (27/2).

“Jaringan sudah ada sampai ke desa dan kampung. Sesuai data di Mangggarai tinggal 12 desa saja [dari 172 desa] yang belum berlistrik dan tahun ini akan dituntaskan,” papar Wirawan.

Hanya saja, perlu menjadi catatan bahwa tingginya rasio elektrifikasi ini tidak semata-mata karena peran PLN. Diakui Wirawan dari 96,61% tingkat rasio elektrifikasi itu, listrik yang bersumber dari jaringan pembangkit PLN sebesar 55,31%. Sedangkan sebanyak 37% berasal dari non PLN. Listrik non PLN bisa dari genset hasil swadaya masyarakat.

Pada kesempatan tersebut Bupati Manggarai Kamelus Deno yang meresmikan program Listrik Masuk Desa ini mengajak warga agar menggunakan listrik untuk meningkatkan perekonomian.

“Mari kita manfaatkan listrik untuk peningkatan ekonomi keluarga,” imbuh Deno.

Di kecamatan Cibal program ini akan menjangkau sejumlah desa. Selain desa Beamese, desa lainnya adalah Golo, Perak, Lando, Pinggang, Barang, Langkas dan Ladur. Dalam program ini, setiap rumah tangga langsug dipasang meteran oleh PLN.

Engkos Pahing/Floresa