Haja Andi Riski Nur Cahya, legislator dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP). (Foto: Ist)

FLORESA.CO – Penyidik Kepolisian Resort Manggarai Barat, NTT sudah memeriksa tiga orang saksi dalam kasus dugaan penggelapan uang hasil jual tanah di kampung Rangko desa Tanjung Boleng, kecamatan Boleng.

Tanah seluas 3 hektar milik Ibu Asia, warga kampung Londar kecamatan Macang Pacar itu dijual ke PT Sungai Mas Perdana dengan harga Rp 2 miliar. Transaksi jual beli ini kemudian menjadi masalah karena diduga ada sejumlah dana pembelian itu tidak diterima oleh pemilik tanah.

Anak Asia yang bernama Purnama Sari melaporkan Haja Andi Risky Cahya ke kepolisian karena diduga menggelapkan sejumlah uang hasil jual beli tanah milik ibunya itu. Menurut kuasa hukumnya, Eduardus Gunung, Haja Andi Risky menjadi perantara dalam jual beli tanah tersebut.

Namun, hingga kini pihak kepolisian belum memeriksa Haja Andi Riski sebagai pihak terlapor.

Baca: Anggota DPRD Mabar Diduga Lakukan Penipuan dalam Jual Beli Tanah

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Manggarai Barat Iptu Ridwan mengatakan kasus ini sedang ditangani penyidik.

“Kita sudah periksa tiga orang saksi. Saksi itu diantarnya pelapor dan notaris Bili Ginta,” ujarnya kepada Floresa.co, Senin (17/2).

Ridwan mengatakan sebenarnya penyidik sudah memanggil sejumlah saksi. Namun, beberapa diantaranya meminta mengundurkan jadwal pemeriksaan.

“Minggu kemarin dua orang saksi sudah kita panggil. Namun mereka minta diundur dan  kita sudah agendakan lagi dalam mingggu ini,” ujarnya.

Ridwan mengatakan terlapor akan dipanggil unutk diperiksa setelah semua pihak terkait sudah diperiksa.

“Selain Purnama Sari selaku pelapor kita akan panggil keluarga pelapor yang juga mengetahui proses transaksi. Setelah keterangan mereka sudah kita ambil baru periksa terduga. Agendanya sudah ada,” ujarnya.

Baca: Andy Risky Siap Hadapi Tudingan Penggelapan Dana Jual Beli Tanah di Rangko

Sebelumnya, dalam konferensi pers di Labuan Bajo pada Minggu (9/2) lalu, Haja Andi Risky Nur Cahya mengatakan tuduhan kepada dirinya tidak benar dan beraroma politik. Andi Risky sendiri saat ini merupakan salah satu bakal calon bupati kabupaten Manggarai Barat.

“Saya merasa tidak pusing. Saya menanggapinya santai, karena saya memahami ini sebagai tahun politik.  Saya orangnya tidak teledor. Yang dituding tidak benar. Saya tidak mau memusingkan otak saya dengan beban,” ujarnya.

Ferdinand Ambo/Floresa.co